Hukum & Kriminal

Jelang Ramadhan, Polres Loteng ‘Sorok’ Penjual Miras

Lombok Tengah, Talikanews.com – Menjelang bulan suci Ramadan, jajaran Polres Lombok Tengah melaksanakan Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Gatarin. Operasi itu dilaksanakan selama 14 hari, terhitung sejak 12 hingga 25 Arpil lalu.

Dari operasi yang digelar, polisi berhasil mengamankan sejumlah tersangka dari beberapa kasus yang berbeda yang hampir keseluruhannya merupakan kejahatan penyakit masyarakat seperti penjualan miras dan judi.

Waka Polres Loteng, Kompol Haris Dimzah SH.SIK dalam konfrensi persnya menjelaskan, jajarannya memberi atensi khusus kasus pembuatan miras oplosan oleh masyarakat.

“Miras oplosan dari masyarakat ini memang menjadi atensi Pimpinan Polri apalagi sempat menyebabkan kematian di sejumlah daerah,” ungkapnya.

Meski hingga kini belum ada korban jiwa di Lombok Tengah karena kasus miras oplosan, tetapi hal itu tetap menjadi atensi pihaknya.

“Kita lakukan pencegahan dan tidak ingin ada yang menjadi korban,” lanjutnya.

Dibeberkan, untuk kasus miras sendiri, pihaknya berhasil mengamankan 64 orang tersangka dalam 64 kegiatan yang berbeda. Dari semua kasus itu, jumlah miras yang berhasil didapat mencapai 9.000 liter miras tradisional dan 550 botol miras yang bermerk.

“Penjualnya tidak memiliki izin,” jelasnya.

Selain kasus miras, pihaknya juga berhasil mengungkap kasus perjudian dan mengamankan 22 tersangka dengan 9 laporan polisi. Barang bukti yang berhasil diamankan antara lain uang taruhan sebesar Rp. 15 juta, 10 set domino, 3 karpet judi, meja bola boling 5, rekapan togel sebanyak 20 lembar dan lain sebagainya.

“Saat ini kasus itu masih proses penyidikan baik di Mapolres maupun di masing-masing Mapolsek,” sambungnya.

Selain itu, pihaknya juga melakukan pengembangan dan berhasil mengungkap 3 kasus curas dengan 6 orang tersangka.

“Masih sedang proses di Reskrim,” tandasnya. (CR.1-TN)

Related Articles

Back to top button