Pemerintahan

Divestasi Saham, Gubernur dan Dirut PT DMB Beda Pendapat

Mataram, Talikanews.com –  Sebelumnya, Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi berjanji tetap akan menggunakan Jaksa Pengacara Negara (JPN) untuk menagih sisa tunggakan hutang divestasi 6 persen saham milik PT DMB sebesar Rp 408 Milyar lebih, kepada PT Multi Capital (MC). Karena, dalam persoalan tersebut ada dua hal yang beda yakni bisnis to bisnis.

Namun, lain halnya dengan Direktur Utama PT DMB, Andi Hadiyanto, justru urungkan niatnya menggunakan JPN lantaran, PT MC memiliki etika baik akan membayar sisa hutang tersebut dengan cara ditransfer dalam waktu dekat ini.

“Kalau sudah ditransfer, kan gak perlu di tagih, “ungkapnya, Kamis (26/4).

Dia mengatakan, jika PT MC benar membayarkan sisa hutang divestasi sebesar Rp 408 Miliar lebih itu, maka dirinya patut mengucapkan ‘Alhamdulillah Wasyukurillah’ kalau akan di transfer semoga nantinya dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya untuk Daerah dan Masyarakat NTB.

Untuk diketahui, keinginan Gubernur dengan Dirut PT DMB bertolak belakang terhadap rencana penagihan sisa hutang menggunakan JPN.

Padahal, sapaan TGB itu berpendapat karena bersifat bisnis to bisnis, mau tidak mau tetap menggunakan jasa JPN. Bahkan, sudah perintahkan Asisten II untuk komunikasi dengan DMB supaya dibuatkan surat kuasa.

“Proses tetap jalan, karena yang akan dituntut adalah hak daerah yang tertahan selama ini oleh PT MC dan itu harus dibayar, ” katanya belum lama ini.

Mendengar informasi itu, merupakan angin segar bagi Ketua Komisi III DPRD NTB, H Johan Rosihan. Bahkan, mengapresiasi adanya keinginan PT MC melakukan penyelesaian terhadap hutang divestasi sebesar Rp 408 Milyar lebih tersebut pada sekitar minggu akhir April 2018.

“Ketika melihat adanya surat tersebut, tenang saya. Bahwa di APBD Perubahan itu yakin dana itu sudah ada. Proses transfer sedang berjalan. Kita tunggu saja uangnya, dan ndak usah repot-repot pakai Jaksa Pengacara Negara (JPN) untuk menagihnya,” terangnya.

Politisi PKS NTB itu menyerahkan mekanisme pembayaran tersebut diselesaikan dalam mekanisme perusahaan. RUPS tentang itu sudah dilakukan. Paska RUPS, skema bayar sudah mulai jalan. Kalau kami di DPRD kan cuman tunggu skema APBD nya saja, sehingga dana sebesar Rp408 Milyar lebih itu harus ada saat APBD Perubahan. Sikap ini juga sudah kami sampaikan ke PT MC dan mereka sanggup.

Kuasa Direksi PT Multi Capital, Muhammad Sulthon, berjanji akan membayar tunggakan hutang divestasi 6 persen saham milik PT DMB sebesar Rp 408 Milyar lebih minggu akhir April 2018. Janji itu tertuang dalam surat nomor 003/MC/IV/2018 tertanggal 23 April 2018.

Dalam surat tersebut, Muhammad Sulthon, mengatakan proses pembayaran penggantian investasi PT DMB telah dilakukan pihaknya pada tanggal 23 April 2018. Untuk memenuhi persyaratan administrasi di Republik Rakyat China yang merupakan Negara sumber pembayaran diperlukan beberapa hari dalam proses penyelesaian tersebut.

Surat tersebut juga menginformasikan bahwa dana penggantian investasi kepada PT DMB sebesar Rp. 408.211.989.894, akan dapat diterima di rekening PT DMB pada Minggu terakhir April 2018. (TN-04)

Related Articles

Back to top button