Pemerintahan

Rapat Penentuan Ketua BPPD NTB Deadlock

Mataram, Talikanews.com – Sekretaris Daerah Provinsi NTB, H Rosiady Sayuti memanggil pengurus Badan Promosi Pariwisata Daerah  untuk menentukan siapa yang akan menduduki jabatan ketua. Namun, rapat tersebut justru menuai jalan buntu (deadlock, red) karena, Ketua versi L Abdul Hadi Faisal yang ditetapkan berdasarkan hasil voting tetap menolak pilihan Sekda yakni Faozan Zakaria.

Kalau pun begitu, sapaan Rosiady itu tetap optimis kisruh dualisme kepengurusan instansi yang mengurus pariwisata daerah dikenal seribu masjid itu akan selesai dengan cara musyawarah mencapai mufakat.

“Tadi kesepakatan kita, tidak boleh ada pengurus komentar karena, pertemuan bersifat tertutup dan masih debatable, “ungkapnya usai menggelar pertemuan di ruang kerjanya, Rabu (25/4).

Dia menjelaskan, pada pertemuan itu semata-mata digelar untuk kompromi, menyepakati bahwa kepengurusan akan ditentukan melalui jalur musyawarah mufakat.” Ini kita lakukan agar kepengurusan sesuai ketentuan,” kata dia.

Mantan kepala Dinas Pendidikan menegaskan, kisruh dualisme tersebut akan tuntas paling telat tanggal 29 April mendatang. Karena, mereka harus bekerja untuk mempromosikan destinasi pariwisata yang sedang menggeliat dimiliki NTB ini.

Disinggung mengenai UU nomor 10 tahun 2009 tentang Kepariwisataan yang mengatur proses dan mekanisme pemilihan kepengurusan dari anggota dan untuk anggota? Ditegaskan Rosiady, tidak jadi masalah karena, ada aturan yang menegaskan peran kepala daerah dalam hal ini gubernur menentukan persyaratan pengurus dari tim 9.

“Kami sudah jelas, Ketua dan anggota dipilih oleh anggota sendiri. Terus apa mau dipersoalkan, “kilahnya.

Kapan rapat akan dilanjutkan? Rosiady menambahkan, dalam waktu sesingkatnya. Yang jelas, kembali ke musyawarah mufakat, didalamnya ada kompromi tapi, belum final. (TN-04)

Related Articles

Check Also

Close
Back to top button