Daerah

Petani Tembakau Dapat Bantuan Pupuk Bersubsidi

Lombok Tengah, Talikanews.com – Dinas Pertanian Lombok Tengah akan melakukan evaluasi terhadap Rencana Definitif kebutuhan Kelompok (RDKK) petani tembakau. Pasalnya, kedepan petani tembakau akan diberlakukan sama dengan petani dibidang pangan untuk mendapatkan pupuk bersubsidi.

“Memang selama ini petani tembakau jarang sekali mendapatkan perlakuan yang sama dengan petani pangan,” ujar Kadis Pertanian Loteng, Lalu Iskandar diruang kerjanya, Rabu (25/4).

Namun, kini dari dinas Pertanian Provinsi NTB bekerjasama dengan dinas Perindustrian dan Perdagangan NTB telah mengeluarkan kebijakan untuk memperlakukan petani tembakau sama dengan petani pangan.

“Kedepan petani tembakau bisa dipastikan akan mendapatkan pupuk bersubdisi,” terangnya.

Sehingga, langkah pertama yang dilakukan dinas Pertanian Provinsi NTB serta dinas Perindustrian dan Perdagangan NTB melakukan sosialisasi kepada petani tembakau, yang dihadiri  distributor dan pengecer.

“Kalau kami langkah pertama yang akan dilakukan dengan mengevaluasi RDKK. Sehingga semua petani tembakau bisa mendapatkan pupuk subsidi tersebut,” katanya.

Sementara, luas area petani tembakau kita sebanyak 15.978 hektar, tersebar di beberapa titik, seperti kecamatan Kopang, Janapria, Praya Timur dan lainnya.

“Kita berharap Mei ini petani tambakau sudah bisa nikmati pupuk subsidi,” tandasnya.

Sementara, untuk alokasi pupuk urea dan SP36 subsidi untuk kabupaten Lombok Tengah tahun 2018 masih kurang. Untuk urea kekuranganya sekitar 6 ribu ton dan SP 36 sebanyak 6 ribu ton.

“Seharusnya kouta kita untuk urea sebanyak 30 ribu, tapi hanya diberikan 24 ribu ton. SP 36 juga koutanya seharusnya 10 ribu, hanya diberikan 4 ribu ton,” ungkap Kabid Sarana Prasarana Pertanian (SPP) Dinas Pertanian Loteng, Zaenal Arifin.

Tapi untuk pupuk bersubsidi jenis NPK dan ZA aman, walaupun NPK dikasi sekitar 6 ribu ton. Begitu pula ZA dikasi 2 ribu ton. Apalagi, organik juga aman, walaupun dikasi sekitar 2,7 ton.

“Untuk harga eceran tertinggi (HET) bersubsidi yaitu, urea subsidi Rp 1.800/kg, SP-36 Rp2.000/kg, ZA Rp1.400/kg, NPK Rp2.300/kg, dan organik Rp500/kg,” pungkasnya. (TN-03)

Related Articles

Back to top button