Daerah

NTB Masih Kekurangan Guide Korea dan Mandarin

Mataram, Talikanews.com – Pemandu wisata atau Guide sangat dibutuhkan dalam hal menunjang kemajuan pariwisata. Terlebih, pariwisata Lombok dan Sumbawa menunjukkan tren perkembangan yang positif beberapa tahun terakhir.

Wisatawan mancanegara semakin banyak yang berlibur di Provinsi NTB dengan ragam pilihan destinasi yang berbeda. Tren kunjungan wisatawan dari Tiongkok dan Korea ke daerah ini juga semakin banyak. Namun pemandu wisata yang memiliki lisensi bahasa Mandarin dan Korea masih minim.

Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) NTB, Dr Ainudin mengatakan, saat ini jumlah pemandu wisata berbahasa Mandarin dan Korea lebih dari 10 orang se NTB. Baginya, angka tersebut sangat minim jika dibandingkan dengan jumlah wisatawan dari negara Tiongkok dan Korea yang cukup besar.

Oleh sebab, mau tidak mau HPI harus menambah pemandu wisata khususnya dua bahasa dengan cara menggelar kursus bahasa yang dilakukan oleh pemandu yang sudah berlisensi.

“Yang masih kurang Mandarin dan Korea. Pemandu Mandarin dan Korea ini relatif sedikit kita punya diatas 10 orang. Sehingga, mau tidak mau kami harus gelar kursus bahas itu, ” ungkapnya, Kamis (19/4).

Pemandu wisata dua bahas itu tidak begitu banyak, sehingga diharapkan bagi pemandu yang sudah memiliki lisensi, yang sudah tergabung di HPI itu, supaya menjadi tutor mereka untuk meregenerasi bahasa itu. Karena, kalau mendatangkan tutor dari luar maka membutuhkan biaya besar.

Ainuddin mengatakan, di tahun 2017 lalu sebanyak tujuh penerbangan charter dari Korea ke Lombok secara rutin mengangkut wisatawan. Program itu secara otomatis menambah jumlah wisatawan dari Asia Timur yang berkunjung ke NTB. Di tahun 2018 ini, HPI NTB mengharapkan ada penerbangan reguler secara langsung dari Korea dan Lombok.

Menurutnya, wisatawan domestik dan mencanegara sedang menyukai paket wisata alam pedesaan. Wisatawan tertarik melihat secara langsung tradisi dan budaya masyarakat lokal, karena ada unsur ilmu pengetahun di dalam liburan model tersebut. Salah satu desa wisata di Lombok yang sedang berkembang adalah desa Setanggor di Lombok Tengah.

Dinas Pariwisata Provinsi NTB mencatat total kunjungan wisatawan ke NTB di tahun 2017 sebanyak 3, 5 juta wisatawan. Sebanyak 2 jutaan diantaranya adalah wisatawan domestik dan 1,4 juta lebih wisatawan mancanegara. Sementara target kunjungan wisatawan ke NTB pada 2018 ini sebanyak 4 juta wisatawan.(TN-04)

 

Related Articles

Back to top button