Nasional

Manfaatkan Potensi Wisata, HPI dan ASDP Target Tekan Angka Kemiskinan

Mataram, Talikanews.com – Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) NTB bekerjasama dengan PT ASDP membantu pemerintah daerah kurangi angka kemiskinan dengan memanfaatkan potensi destinasi pariwisata. Hal itu dikatakan karena, pariwisata adalah salah satu potensi yang sangat menjanjikan.

Ketua HPI NTB, Dr Ainuddin mengatakan, keberadaan destinasi wisata yang dimiliki Nusa Tenggara Barat, cukup dikenal. Sebagai asosiasi bergelut dibidang pemandu pariwisata, akan mengandalkan pelayanan terhadap wisatawan yang berkunjung ke NTB.

“Kami akan berusaha maksimal memberikan pelayanan terbaik bagi wisatawan karena, keberadaan destinasi bisa meningkatkan perekonomian masyarakat dan kurangi kemiskinan, “ungkapnya, Rabu (18/4).

Ainuddin mengaku, saat ini HPI bekerjasama dengan ASDP yang merupakan perusahaan milik BUMN untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terutama masyarakat desa wisata dan pelaku wisata.

Edukasi yang dimaksud berupa bimbingan teknis, bagaimana caranya memberikan pelayanan well coming ke wisatawan ketika berkunjung ke NTB.

“Masyarakat yang ada di desa wisata, masyarakat setempat harus mampu sebagai pemeran, jangan sebagai obyek saja. Setidaknya, masyarakat di desa wisata membuat atraksi atau kegiatan yang menarik minat wisatawan kemudian siapkan akomodasi,” kata dia.

Selain itu, masyarakat bisa berjualan sehingga mendapatkan karena, jika bisa dilakukan maka perekonomian masyarakat terangkat dari kemiskinan.

“Kami terus bangun kerjasama dengan semua pihak untuk bangun desa wisata,” kata dia.

Ainuddin mengimbau supaya masyarakat tidak angsih terhadap orang bermodal. Ketika melibatkan dan manfaatkan potensi yang ada maka masyarakat dapat menikmati hasil.

Disatu sisi, bentuk keseriusan PT ASDP bekerjasama dengan HPI dalam mengembangkan pariwisata. Melalui CSR, membangun bencingah desa di Desa Setanggor Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah. Termasuk, padat karya tunai untuk kesejahteraan Masyarakat.

Peletakan batu pertama bencingah desa wisata itu dihadiri Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata Kementerian BUMN, Edwin Hidayat. Menurut Edwin, Balkondes yang dibangun oleh PT ASDP Indonesia Ferry ini dapat dimanfaatkan oleh warga Desa Setanggor sebagai wadah menggerakan perekonomian sekaligus juga sebagai wadah warga mengapresiasikan diri.
Balkondes ini nantinya akan difungsikan sebagai pusat informasi para turis, dan akan dilengkapi dengan taman bacaan yang didukung oleh PT Balai Pustaka (Persero). Pembangunan Balkondes ini menelan biaya mencapai Rp350 juta yang berasal dari kas internal ASDP.

“Selain itu, ASDP juga menyalurkan CSR perusahaan dengan membangun Bencingah (pendopo) di Desa Sembalun, Lombok Timur, senilai Rp 250 juta,” terangnya usai peletakan batu pertama bencingah desa wisata di Setanggor, Rabu (18/4).

Sementara itu, Sekretaris Kementerian BUMN, Imam Apriyanto Putro memaparkan, Kementerian BUMN selalu mendorong dan memonitor agar bantuan CSR perusahaan negara bisa membantu semua kalangan tanpa memandang suku, agama, ras dan golongan. Upaya ini harus menjadi langkah apresiasi atas keberagaman masyarakat Indonesia untuk saling menghargai dan menghornati. BUMN juga harus bisa langgeng bersinergi menghasilkan karya terbaik untuk bangsa.

“Padat Karya yang melibatkan 200 warga desa dan memiliki biaya pengerjaan mencapai Rp 251 juta ini meliputi perbaikan saluran air, pengecatan, bersih-bersih sungai dan pemberian bibit ikan di sungai, “tutupny. (TN-04)

Related Articles

Back to top button