Pemerintahan

IPM NTB Naik, Kalahkan Provinsi Kalimantan Barat

Foto : Kepala BPS Provinsi NTB, Ir. Endang Tri Wahyuningsih (tengah) paparkan peningkatan IPM NTB Kalahkan Provinsi Kalimantan Barat

Mataram, Talikanews.com – Saat ini, Pemerintah Provinsi NTB sedang berbangga hati karena Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sudah mengalahkan Provinsi Kalimantan Barat, yaitu naik pada urutan ke-29. Dimana sebelumnya IPM NTB sangat buruk di urutan ke-33.

Kepala BPS Provinsi NTB, Ir. Endang Tri Wahyuningsih, MM menyampaikan, meningkatnya IPM provinsi NTB dari 65,81 pada tahun 2016 menjadi 66,58 di tahun 2017 telah membawa Provinsi dikenal pulau seribu masjid naik tangga peringkat ke 29 dari 34 provinsi yang ada di Indonesia.

“IPM NTB masih berada pada kategori IPM sedang, laju pertumbuhan IPM NTB mencapai 1,17 persen. Semua komponen pembentuk IPM mengalami peningkatan di tahun 2017, “ungkapnya di ruang rapat utama Gubernur NTB, Selasa (17/4).

Dia mengatakan, komponen yang dimaksud mulai dari Umur Harapan Hidup (UHH) meningkat menjadi 65,55 tahun dengan peningkatan sebanyak 0,07 tahun. Harapan Lama Sekolah (HLS) meningkat menjadi 13,46 tahun dengan penambahan sebanyak 0,3 tahun. Rata-rata Lama Sekolah (RLS) meningkat menjadi 6,90 tahun dengan penambahan sebanyak 0,11 tahun.

Sedangkan pengeluaran per Kapita per tahun bertambah menjadi Rp 9.877 ribu dengan peningkatan sebesar Rp 302 ribu.

“Setelah Kota Mataram dan Kota Bima, Kabupaten Sumbawa Barat menyusul memasuki kategori IPM tinggi di tahun 2017,” kata dia .

Endang optimis jika angka ini terus dijaga kemudian ditingkatkan maka, NTB akan mampu kalahkan Gorontalo, dan Maluku Utara. Keberhasilan NTB 5 tahun terakhir lanjutnya, tidak mudah diraih apalagi melewati kalimantan Barat, semua itu tidak terlepas dari kualitas manusia.

Dia juga sempat menyinggung soal statistik ekspor impor di NTB, pada bulan maret 2018 bahwa, nilai ekspor sebesar US$ 43.910.678 mengalami peningkatan sebesar 12.363,19 persen jika dibandingkan ekspor bulan Februari 2018 yang bernilai US$ 352.323.

Ekspor pada bulan Maret 2018 yang terbesar ditujukan ke negara Korea Selatan sebesar 54,71 persen, Jepang sebesar 36,61 persen dan Philipina sebesar 6,86 persen.

Jenis barang ekspor Provinsi NTB yang terbesar pada bulanMaret 2018 adalah barang tambang/galian non migas senilaiUS$ 40.074.249 (91,26 persen); gandum-ganduman senilai US$ 3.012.000 (6,86 persen) dan perhiasan/permata senilai US$ 352.913 (0,80 persen).

Sedangkan nilai impor pada bulan Maret 2018 bernilai US$ 13.820.490 , nilai ini mengalami peningkatan sebesar 117,38 persen dibandingkan dengan impor bulan Februari 2018 yang sebesar US$6.357.879. Sebagian besar Impor berasal dari negara Thailand (59,69 persen ), Jepang (9,56 persen ) dan Amerika Serikat (9,21 persen).

Jenis barang impor dengan nilai terbesar adalahgula dan kembang gula (59,69 persen), mesin-mesin/pesawat mekanik (12,31 persen), dan karet dan barang dari karet (9,60 persen).

Disatu sisi, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB, Ir H Ridwansyah akan terus mempertahankan dan taingkatkan prestasi tersebut.

“Kedepan, indikator yang sudah ditetapkan induk, sesuai RPJMD akan diperkuat. Dimana, saat ini masuk angka 70 di RPJMD dan apa yang menjadi program prioritas harus rinci oleh SKPD,” ujarnya.

Kendati demikian, dirinya mengaku SKPD masih belum fokus dalam program prioritas, namun kedepan, akan buat elektrik pembangunan di seluruh Kabupaten/Kota, karena tidab bisa berdiri sendiri, sehingga apapun program harus di sinergikan.

“Jangan liat ke belakang, NTB harus bangga dengan capaian ini. Masalah kita sama dengan daerah lain bahwa angka gizi buruk selalu muncul,” tutupnya. (TN-04)

 

Related Articles