Nasional

Warga Pagar Lahan KEK, Dewan Gerah dan Semprot ITDC

Lombok Tengah, Talikanews.com – Pemagaran lahan di kawasan KEK Mandalika Resort oleh sejumlah warga membuat legislatif kembali gerah.

Gerahnya legislatif kali ini ditujukan kepada pihak ITDC yang dianggap tidak bisa menyelesaikan persoalan lahan dan menyebabkan iklim wisata di NTB khususnya di Lombok Tengah menjadi terganggu.

Ketua Komisi II DPRD Loteng yang membidangi masalah pariwisata, M Samsul Qomar dalam pers rilisnya kepada sejumlah media massa mengatakan, dengan adanya aksi pemagaran, pihaknya mendorong agar Pemerintah kembali membentuk tim penyelesaian sengketa tanah tahap II.

“Kami mendorong untuk itu, bila tidak maka protes dan aksi dari warga dapat merusak investasi yang sudah mulai nyaman ini,” tegasnya.

Dikatakan, persoalan lahan sengketa di KEK tidak mungkin terjadi jika ITDC benar-benar sudah menyelesaikan persoalan itu.

Sebab, lanjut dia, masyarakat Lombok Tengah adalah masyarakat yang memegang teguh nilai dan norma sehingga tidak mungkin melakukan pemagaran jika tidak memiliki dasar yang jelas.

“Malu lah mereka pagar tanahnya dan ngaku tanahnya kalau sudah dibayar, saya yakin masih banyak yang belum tuntas dibayar dan ini harus di selesaikan,” curiganya.

Jika perusahaan tidak menyelesaikan persoalan ini, dia yakin hal serupa akan terus terjadi sampai persoalan tersebut selesai.

“Bukan hanya warga Gerupuk, Dusun Eat Bunut, Ketapang, Mong juga masih menyisakan masalah,” lanjutnya.

Lebih jauh dikatakan, hal itu akan berdampak pada kepercayaan publik khususnya kepercayaan investor. Sehingga hal itu tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.

“Saya yakin masyarakat yang melakukan aksi aksi ini memiliki dasar yang kuat karena masyarakat Loteng sangat menghargai nilai nilai dan norma,” tandasnya.

Sementara itu, Deputi Project Director (DPD) ITDC, H. Adi Sudjono hingga berita ini diturunkan belum memberikan klarifikasi terkait persoalan ini kepada Talikanews.com meski sudah dihubungi via WA.

Hanya saja, di beberapa media lain yang terpantau, Adi Sudjono justru memberikan klarifikasinya.

Seperti di salah satu media lokal, Adi Sudjono dikatakan sempat menemui warga yang melakukan pemagaran itu dan menjelaskan jika pemagaran itu hanya pemasangan pembatas parkir saja.

Bahkan Adi dalam media itu mempertanyakan klaim yang dimaksud. “Mana klaimnya? Agak ada yang klaim, hanya berita-berita liat aja itu,” kata Adi dikutip dari salah satu media lokal edisi Senin (16/4). (TN-02)

 

Related Articles

Back to top button