Daerah

Loteng Tularkan Komitmen Menuju KLA ke Kecamatan dan Desa

Lombok Tengah, Talikanews.com – Didaulat menjadi salah satu Kabupaten Layak Anak (KLA), Kabupaten Loteng tidak puas sampai di situ.

Sebagai bentuk komitmen, tidak hanya wilayah Kabupaten saja yang menunjukan keseriusannya dalam menjalani komitmen sebagai KLA ini. Komitmen itu ternyata ditularkan ke semua wilayah kecamatan hingga pedesaan.

Hal itu tampak pada deklarasi Kecamatan, Desa dan Kelurahan Ramah Anak yang dilaksanakan di Lapangan Muhajirin Praya pada Minggu (15/4) yang dirangkai dengan kegiatan Isra Miraj dan penggalangan dana bagi warga Palestina.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri dalam sambutannya mengatakan, komitmen menjadi KLA tidak bisa hanya dijalankan oleh stakeholder di tingkat Forkompinda semata. Komitmen itu harus dijalankan bersama oleh semua wilayah kecamatan hingga desa se Lombok Tengah.

“Kita berbangga bahwa kita didaulat menjadi Kabupaten Layak Anak, tetapi itu semua tidak bisa terwujud jika kita di wilayah tidak ikut andil dan membuat komitmen sendiri,” tegas Bupati.

Lebih jauh dikatakan, tingginya angka kasus kekerasan bagi perempuan dan anak memang membuat semua pihak merasa miris. Hal inilah yang kemudian menjadi PR bersama agar kasus itu bisa menuju nol dan gelar KLA bisa benar-benar dipertanggung jawabkan oleh semua pihak.

“Saya memberi apresiasi tinggi kepada semua kecamatan, desa dan kelurahan yang menyatakan komitmennya untuk bersama-sama kita berbenah, agar daerah kita tercinta ini benar-benar menjadi Kabupaten Layak Anak yang sesungguhnya,” lanjut dia.

Acara dilanjutkan dengan pembacaan deklarasi Kecamatan, Desa dan Kelurahan layak anak yang diwakili pembacaannya oleh Lurah Leneng, LM Isnaini. Isi deklarasi sendiri adalah; Mengutuk kekerasan atas perempuan dan anak dari segala bentuk afiliasinya, mengutuk tindakan main hakim sendiri terhadap perempuan dan anak, berkomitmen melindungi perempuan dan anak dari segala bentuk kekerasan fisik psikologis intimidasi persekusi yang berdampak negatif pada korban, bertekad bersatu padu pada pihak yang berwenang melaksanakan perlindungan terhadap perempuan dan anak Indonesia, mengajak masyarakat untuk tidak takut bersuara, dan melaporkan tindakan kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak kepada yang berwenang. (CR.1-TN)

 

Related Articles

Back to top button