Nasional

Senator Senayan Dukung NTB dan Bali Tuan Rumah PON XXI 2024

FOTO DISKUSI : Anggota DPD RI, Hj Baiq Diah Ratu Ganefi (tengah), Wakil Ketua DPRD NTB, H Abdul Hadi (kanan) dan Wakil Ketua Komisi V, HMNS Kasdiono saat diskusi sekaligus melobi NTB tuan rumah PON XXI 2024

Jakarta, Talikanews.com – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI berjanji akan menyatukan persepsi untuk mendorong pihak-pihak terkait supaya NTB dan Bali bisa ditunjuk sebagai tuan rumah bersama PON XXI 2024. 

Salah seorang senator asal NTB, yang berkantor di Senayan, Jakarta yakni, Hj Baiq Diah Ratu Ganefi di depan wakil ketua DPRD Provinsi NTB, H Abdul Hadi dan Wakil Ketua Komisi V, HMNS Kasdiono, menyampaikan akan duduk lagi bersama Empat senator perwakilan NTB menyatukan sikap mendorong bagaimana caranya daerah yang dikenal memiliki destinasi pariwisata mendunia ini, bisa ditunjuk sebagai tuan rumah PON itu. 

“Pada prinsipnya saya sangat mendukung, bahkan akan sampaikan ke 10 Anggota DPR RI Dapil NTB, ” ungkapnya di Jakarta, Kamis (12/4).

Sapaan Diah itu mengatakan, ada beberapa yang harus dipikirkan jika sebagai tuan rumah salah satunya mengenai kesiapan infrastruktur dan terutama keamanan. Karena, seluruh atlet atau kontingen dari 34 Provinsi se-Indonesia akan hadir. 

Baginya, ada sedikit sangat disayangkan dan jangan sampai terulang khususnya di wilayah destinasi wisata jangan sampai berbayar. Hal itu dikatakan, karena sudah menemukan wilayah destinasi berbayar dan dampaknya sangat berbahaya, seperti di pantai Ping Lombok Timur. Padahal, kalau lihat infrastruktur pendukung seperti jalan dan toilet bisa dikatakan tidak ada, tapi ketika wisatawan masuk harus bayar mahal.

“Begitu juga dengan di Kute Lombok Tengah, ketika masuk lokasi wisata harus bayar dan harga barang dagangan luar biasa mahalnya,” kata dia. 

Diah mencontohkan bagaimana destinasi wisata milik Banyuwangi, disana, tidak ada main bayar, harga pernak – pernik juga harga standar, tidak ada yang menjual mahal atau murah. Hebatnya lagi, di Banyuwangi, tidak boleh fiyur orang asing menguasai usaha dan destinasi. Seandainya pun ada, harus menggandeng masyarakat setempat untuk berdayakan. 

“Intinya, berikan rasa aman dan nyaman. Jangan lupa kemudahan transportasi, karena akan undang banyak orang, berikan kesan yang baik. Kami dari DPD, siap mendorong dan berjuang serta gunakan jaringan supaya cita-cita NTB dan Bali tuan rumah bersama PON XXI 2024 bisa terealisasi, “janji dia. 

Dia menambahkan, banyak nilai positif didapat ketika jadi tuan rumah itu yakni, meningkatkan perekonomian. Contoh saat kegiatan IWAPI tahun 2017 lalu, dirinya membawa para pengusaha ke NTB sebanyak 1000 orang lebih. Mereka, belanja sehari mencapai Rp 1 miliar, bagaimana kalau lebih lama kegiatan itu, kan bisa puluhan bahkan ratusan miliar. Artinya, pedagang kecil terima nilai positifnya, “ujar dia. 

Yang jelas lanjutnya, secara pribadi sangat mendukung, begitu juga secara kelembagaan.” Mari kita sama-sama berusaha, semua orang pasti punya akses, mari kita dukung, harus gol,” terangnya. 

Mendengar hal itu, Wakil ketua DPRD NTB, H Abdul Hadi sangat berharap peran maksimal wakil NTB yang ada di Jakarta untuk berkontribusi bagi masyarakat, apa produk besar di Jakarta agar dibawa NTB. Karena, daerah ini sudah menjadi perhatian nasional dan internasional. 

“Sebagai perwakilan di daerah kami terus berusaha terbaik agar bisa bersaing dengan daerah lainnya, ” ucap politisi PKS itu. 

Dia mengaku, keinginan tuan rumah merupakan amanah masyarakat NTB dan amanah tersebut akan dibawa ke pihak-pihak pemegang kebijakan dan pemerintah pusat agar NTB bisa dijadikan tuan rumah PON XXI 2024, “Bagaimana caranya DPD dengan rekan – rekan DPR bersatu supaya niat bisa terealisasi karena NTB dan Bali, layak sebagai tuan rumah PON XXI 2024,” harapnya. 

Bagi wakil ketua Komisi V DPRD NTB, HMNS Kasdiono, juga mantan ketua KONI itu menegaskan, kalaupun NTB dan Bali kalah luas dengan daerah pulau jawa. Namun, tetap optimis, berusaha dan berjuang supaya bisa menjadi tuan rumah. 

“Kandidat yang merebutnya yakni Aceh – Sumatra Utara, Kalimantan Selatan, NTB dan Bali. Namun kami tetap optimis karena tema yang kita suguhkan Sport Tourism dan Culture, ” tuturnya. 

Politisi Demokrat ini mengaku, kalau dilihat dari daerah lawan, NTB dan Bali bisa dikatakan lebih siap. Karena, jarak jangkau atau akses dengan Provinsi lain dekat dan, mudah. Bahkan, jika dipercaya, NTB akan menciptakan PON XXI 2024 yang bermartabat.

“Kami lakukan ini, karena semuamya tidak lepas dari dukungan politik,” ujar dia. 

Kasdiono menambahkan, kalau melihat dari infrastruktur olahraga yang ada di NTB, sangat memadai dan menjamin. Dimana, gedung olahraga sudah ada dengan enam lintasan. Begitu halnya dengan fasilitas pendukung lainnya. (TN-04) 

 

Related Articles

Back to top button