Hukum & Kriminal

Sadis…. Gadis Langko Potong Kelamin Diduga Kekasihnya

Lombok Tengah, Talikanews.com – Kejadian mengerikan terjadi di Kabupaten Lombok Tengah. Dimana, seoarang gadis inisial SS (25) warga Dusun Ledok, Desa Langko, Janapria, Loteng tega memotong alat kelamin cowok insial AW (35) warga dusun Jebak Langko, Desa Langko, Janapria, Loteng yang diduga kekasihnya.
SS merupakan staf di desa Langko. Sedangkan, AW merupakan kaur Umum di desa Langko.

Plt. Kades Langko, Lalu Mustiadi membenarkan kejadian tersebut. Dimana, kejadiannya pada akhir Maret lalu di kantor desa Langko. Memang ketika itu, di kantor desa sedang sibuk-sibuknya mengurus dokumen terkait dengan pemuktahiran perekaman e-KTP dan prona. Saat itu pula, ia sempat sampai pukul 16.00 wita di kantor desa bersama AW. Sehingga, ia prediksikan kejadiannya sekitar pukul 17.00 wita.

Tapi, ia sangat sayangkan terhadap pengakuan AW dalam keterangan BAP di Kepolisian yang seolah-olah membela dirinya. Seperti, dia (AW) mengaku dipaksa melakukan hubungan intim bersama si cewek tersebut. Kemudian, setelah itu dipotong alat kelaminnya.

Setelah ditelusuri, ternyata si ceweknya itu tidak pernah meminta dan memaksa AW untuk berhubungan intim. Malah dari pengakuan SS (cewek red) selama ini dia diancam sama AW. Sehingga, mau tidak mau, SS hanya pasrah menuruti keinginan AW.
Sehingga, karena terus menurus diancam, maka timbullah perbuatan nekad SS. Kemudian, terjadilah aksi memotong alat vital tersebut.

“Jadi saya sangat sayangkan pengakuan AW itu yang katakan dia dipaksa dan diminta melakukan intim. Ini kan kurang ajar,” ujarnya.

Secara logika saja kata Mustiadi, tidak mungkin seorang cewek yang akan mengajak duluan. Kalau tidak ada paksaan atau ancaman dari AW. Perlu diketahui juga, selama ini SS tidak punya hati sama AW. Artinya tidak pernah pacaran, seperti yang diakui AW.

“Keterangan SS, dia tidak suka dengan AW. Malah ada pacarnya. Tapi karena sering diancam, maka ia mau saja,” katanya.

Sementara, silet yang digunakan untuk potong alat vital AW itu, lebih awal sudah ada dikantor desa. Sehingga, tidak ada dugaan perencanaan. Hanya terlintas saja, karen sudah tidak tahan dengan perbuatan AW selama itu terhadap dirinya.

“Sebenarnya silet itu biasanya biasanya digunakan SS memotong koran untuk diklipingnya. Memang anak itu suka kliping koran,” terangnya.

Sedangkan, terkait dengan pengakuan AW yang sudah berhubungan intim di salah satu rumah di Praya. Mustiadi tegaskan itu bohong. Kembali pengakuan dari SS, tidak pernah. Memang ketika itu kata Mustiadi, AW dan SS satu tim dalam pemuktahiran data perekaman e-KTP dan prona. Sehingga keduanya ke Praya. Namun, dari pengakuan SS, sempat diajak berhubungan di salah satu rumah di Praya. Tapi, sempat kabur.

“Memang keterangan AW dalam BAP di Polsek saya kira mengada-ada. Apalagi AW ini handal mengarang cerita. Jangankan karang cerita dalam BAP, di saya juga pernah kena tipu dengan karangan ceritanya,” ucapnya.

Sehingga, terhadap keduannya itu, atas dasar pertimbangan dan hasil rapat yang dilakukan BPD, keduanya akan dipecat.

“Masyarakat sudah tidak menerima keduanya lagi,” tandasnya.

Sementara, Kapolsek Janapria, AKP I Ketut Weda via telpon membenarkan kejadian itu juga.

“Iya mas memang benar kejadian tersebut,” singkat Ketut Weda yang ketika itu sedang vikon di Polres Loteng. (TN-03)

Related Articles

Back to top button