Nasional

Rebut Tuan Rumah PON XXI 2024, NTB Tawarkan Sport Tourism

Jakarta, Talikanews.com – Pimpinan DPRD NTB, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik (Diskominfotik) bersama awak media, kunjungi kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat. Untuk melobi agar NTB dan Bali bisa ditunjuk sebagai tuan rumah PON XXI 2024.

Sebagai daerah dikenal memiliki destinasi pariwisata dunia, maka NTB menawarkan sport tourism. Kedatangan rombongan itu diterima wakil ketua umum KONI Pusat, Inu Nugroho.

Pada kesempatan itu, Wakil Ketua DPRD NTB, H Abdul Hadi menyampaikan, kedatangannya itu untuk sukseskan pekan olahraga nasional (PON) XXI 2024, jika di izinkan bisa terlaksana di NTB.

“Untuk bisa menjadi tuan rumah bersama, selain datangi KONI Pusat, kami juga sudah bangun komunikasi lewat Komisi V, juga Provinsi Bali,” ungkapnya, di Jakarta Rabu (11/4).

Dia mengatakan, sangat optimis NTB dan Bali bisa menjadi tuan rumah PON XXI 2024 karena kedua daerah ini miliki destinasi wisata. Sehingga, jika dipercaya maka akan mencoba tawarkan PON itu memiliki nilai plus seperti Sport Tourism.

“NTB dan Bali miliki posisi strategis baik secara ekonomis, kemudian perhubungan, mudah dijangkau semua provinsi, mudahan bisa ditunjuk,” kata dia.

Hadi berharap, semoga kedatangannya itu bisa menyenangkan masyarakat NTB dan membawakan oleh-oleh dengan ditetapkan sebagai tuan rumah PON XXI 2024.

Ditambahkan Wakil Ketua Komisi V DPRD NTB yang membidangi olahraga, HMNS Kasdiono juga menegaskan, kedatangan itu bicara soal PON XXI 2024, ingin menunjukkan bahwa NTB sangat serius ingin menjadi tuan rumah PON, kalaupun sebelumnya sudah bertemu tim pusat KONI.

Politisi Partai Demokrat ini mengaku, seluruh personil KONI NTB sedang melobi ke semua Provinsi termasuk lobi politik . Yang jelas lanjutnya, dari kacamatanya, Provinsi lain ingin jadi tuan rumah karena kejar juara umum, sehingga berbagai macam cara dilakukan tapi, cara yang diutamakan oleh NTB mengedepankan sportifitas paling penting.

“Kami tawarkan sport tourism dan culture. Perhelatan olahraga berskala nasional yang dikemas menjadi daya tarik turis mancanegara tetapi tetap mempertontonkan budaya lokal sebagai kekuatan daerah, “paparnya.

Oleh sebab itu, jika NTB dipercayakan, akan junjung tinggi sportifitas agar PON itu bermartabat.

“Kami jamin, tidak akan ada kursi yang melayang pasca kegiatan, 100 persen atlet adalah produk dalam negeri. Karena, pada dasarnya PON ini diadakan untuk persatukan masyarakat, soal fasilitas NTB dan Bali, tidak akan mengecewakan, ” ujarnya.

Terkait hal itu, Wakil Ketua Umum KONI Pusat, Inu Nugroho, mengatakan, dirinya harus bersifat netral dalam penetapan karena yang memutuskan nanti tergantung voter 34 Provinsi. Namun, KONI pusat sedang melaksanakan tugas penting yakni persiapan ASEAN GAMES, persiapan PON 2020 di Papua dan tuan rumah bersama PON XXI 2024 salah satunya NTB dan Bali masuk sebagai calon tuan rumah.

“Keputusan penetapan tuan rumah nanti tanggal 24 April 2018 dalam Musornaslub KONI Pusat, “tuturnya.

Yang jelas, selain NTB dan Bali di bidik sebagai tuan rumah, ada Aceh dan Sumatera Utara, juga Kalimantan Selatan.

” Kalau secara pribadi jelas pilih NTB, tapi, saya tidak bisa berikan keputusan karena harus berdasarkan voting, ” terang dia.

Inu mengaku, NTB dan Bali sudah mendaftarkan diri sebagai tuan rumah, bisa dikatakan sudah penuhi syarat administrasi, malah kalau NTB dan Bali bisa jadi tuan rumah dirasa sangat efisien. Yang jelas lanjutnya, syarat utama bisa dipilih yakni, ada komitmen daerah, dukungan dari pemerintah, DPRD dan masyarakat.

“Harus ada MoU kedua daerah berbagi cabang olahraga, jangan sampai rebutan, ada juga MoU Gubernur NTB dan gubernur Bali, “tutupnya sembari mengatakan olahraga alat pemersatu dan perekat bangsa. (TN-04)

Related Articles

Back to top button