Pemerintahan

NDI Tuding Polda dan Pemprov ‘Kong Kalikong’ Sembunyikan dr Mawardi

Mataram, Talikanews.com – Puluhan masa dari unsur masyarakat dan mahasiswa yang tergabung di Nusa Tenggara Development Institut (NDI) NTB, mendatangi Polda NTB tadi pagi.

Kedatangan massa aksi mempertanyakan kejelasan dari status pencarian mantan Direktur RSUP, dr Mawardi Hamry yang hilang sejak dua tahun silam.
Kuat dugaan, kehilangan Mawardi terkesan disengaja atas tujuan tujuan tertentu. Bahkan mereka menuding Polda dan Pemprov ‘kong kalikong’ dalam kehilangan dr Mawardi tersebut.

Koordinator umum Abdul Majid dalam orasinya mengatakan, tidak adanya kejelasan keberadaan Mawardi merupakan cerminan ketidak mampuan dari pihak kepolisian untuk menangani kasus itu.

Menurutnya, sejumlah bukti yang menjadi acuan kuat, bahwa dr.Mawardi memang sengaja dihilangkan ada seperti adanya bukti transaksi baru di direkening Mawardi pada tanggal 28 Desember 2016 lalu. Dari bukti itu, alasan NDI mendatanmgai Polda agar bisa menelsisik trasnski di rekeningnya tersebut.

“Kepolisian saat itu hanya mengatakan nanti kita selesaikan. Sekarang sudah dua tahun belum juga ada kejelasan” ungkapnya Majid

NDI kata dia selalu mencari informasi terkiat informasi Mawardi. Pertengahan Februari lalu informasi kebradaa mawardi di KLU dan keberadaanya itu diyakininya diketahui polisi.

“Saya yakin polisi tau keberadaaannya saya tau cyber polisi luar biasa bisa menemukan dr Mawardi,” ujarnya lantang.

Ketika pihak kepolisian lepas tangan terhadap keberadaan warga negaranya, kemana masyarakat yang peduli atas nama kemanusiaan mengadu lagi. Hal yang sangat disesalkan NDI yakni sikap pemprov yang sampai detik ini tidak ada pernyataan resmi keberadan Mawardi. Gubernur NTB, M Zainul Majdi atau yang akrab disapa TGB belum bersuara sampai saat ini. Pemprov seakan tidak berusaha mencari keberadaannya.

“Kami curiga ada kong kali kong dengan polisi. Pernah ndak ada berita terkiat pernyataan remsi terkait keberadaa Mawardi. Hanya kepolisian yang mengeluarkan pernyataan pencarian Mawardi. Tetapi usaha mencari adalah kewajiban dari polisi, “kata dia.

Dia mengaku, sikap aparat kepolisian seperti ini membuat kepercayaan masyarakat hilang terhadap Kepolisian terkesan lemah. Polisi yang seharus menjadi lembaga negara yang melindungi dan mengayomi masyarakat, justru bertindak diluar dari yang diharapkan.

Karenanya mewakili aspirasi masyarakat luas yang rindu akan dr. Mawardi, masa aksi ini mendesak kembali agar Polda NTB segera menentukan sikap terhadap kasus tersebut. Masa meminta agar Polda NTB membuat pernyataan resmi tentang status hilangnya dr. Mawardi, jika telah dikatakan meninggal dunia maka pernyataan itu harus tegas diungkapkan kepolisian.

“Ini sudah 2 tahun hilangnya apa kata polisi kita berhentikan penyelidikannya. Polisi harus melindungi rakyat dan masyarakat. Jika Mawardi sudah mati maka polisi harus membuat pernyataan resmi tentang kematian itu,” ujar Majid lantang.

Usai melakukan orasi secara bergantian, di depan Polda NTB, masa kemudian melakukan orasi didepan kantor gubernur NTB. Masa kembali melakukan orasi secara bergelirian didepan Satpol PP.

Disatu sisi, pihak keluarga Mawardi sangat menyanyangkan adanya aksi tersebut. Meski mengaku adanya rasa peduli tetapi, menurutnya tidak harus dengan melakukan aksi dan menempelkan spanduk dibeberapa tempat di Mataram.

Salah satu Saudaranya dr Mawardi Hamry, yakni Nurul Hidayati Hamry mengatakan, atas nama keluarga ingin menyampaikan, sampai detik ini masih ingin kakaknya bisa ditemukan dan kembali ke keluarga.

Akan tetapi, tidak dengan cara demo atau memasang spanduk dimana mana. Sikap tersebut kata dia membuat luka lama mereka terasa.

“Dua tahun lebih kami berada dalam siksaan perasaan. tolong hargai perasaan kami, kalau memang kalian atau siapapun yang peduli terhadap dr Mawardi datangi kami selaku keluarga beliau,tanya keadaan dan perasaan kami, mari kita duduk bersama bantu kami dengan cara sewajarnya,” tuturnya via Ponsel

Mereka mengaku sangat teriris karena momen hilangnya Mawardi dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Selaku keluarga masih berharap aparat kepolisian tidak berhenti mencari Mawardi.

“Kami berharap jangan berhenti untuk melakukan usaha pencarian, karena itu bentuk dari pengapresian masyarakat terhadap kinerja polisi dalam hal ini polda NTB,” pungkasnya. (TN-04)

 

Related Articles

Back to top button