Pemerintahan

Aksi Peduli Mawardi Mulai Di Gelar

Mataram, Talikanews.com – Niat menyuarakan kehilangan mantan Direktur RSUP NTB dr Mawardi Hamry oleh Nusa Tenggara Develompemen Unstitute (NDI) NTB terus dilakukan. Setelah beberpa hari yang lalu menyebarkan spanduk Mawardi di beberapa titik di mataram yang bertuliskan agar pihak kepolisian mencari terus keberadaan pri yang hilang sejak 23 Maret 2016 itu.

Hari ini ratusan masa akan mendatangi Mapolda NTB. Mereka akan mendesak kepolisian untuk mencari keberadaan Mawardi karena, polisi tidak boleh lepas tangan dalam persoalan ini.

“Kami akan aksi sekitar 150 orang didepan Polda besok (hari ini, red),” ujar Direktur NDI NTB, Abdul Majid di Mataram kemarin.

Rute aksi tersebut dimulai depan kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram menuju depan kantor Polda NTB. setelah sampai di depan Polda pihkanya akan melakukan orasi satu persatu. Bahkan kalau bisa masa aksi bisa bertemu langsung dengan Kapolda NTB yang baru, Brigjen Pol Achmat Juri.

“Kami berharap bisa bertemu, biar kami langsung menyampaikan aspirasi kami,” ujar Koordum aksi tersebut.

Majid menjelaskan masa aksi akan melibatkan berbagai elemen baik kalangan pemuda, mahasiswa dan masyarat umum lainnya. Mereka yang aksi berangkat dari keprihatinan aatau atas nama kemanusiaan.

Tidak berhenti sampai di Polda, masa aksi juga akan menggedor kantor gubernur NTB. mereka akan meminta gubernur NTB, M Zainul Majdi tidak lepas tangan dari kehilangan orang penting di NTB itu. Menurut Majid, TGB sapaan akrabnya gubernur NTB itu harus bisa menemukan keberadaan Mawardi. Sebagai pimpinan daerah, TGB tidak boleh lepas tangan dalam hal ini. apalagi saat itu, kata dia Sekda adalah orang yang melaporkan kehilangan Mawardi.

“Kami akan desak gubernur untuk mencari tahu dan mejelaskan kehilangan Mawardi,” pungkas Majid .

Terpisah politisi PKS, Johan Rosihan menyampaikan, terkait kasus Mawardi, ada dua Komisi yang sebetulnya memilki tupoksi masalah itu yakni Komisi I dan V DPRD NTB. Pria yang juga ketua komisi III DPRD NTB itu mengatakan akan sangat baik ketika dua komisi itu melakukan pendalaman yang nantinya akan ditanyakan kepada gubernur NTB saat membahas LKPJ yang akan beralngsung bulan ini.

“Ini menarik menjadi bahan mereka dalam meberikan tanggapan dalam LKPJ akhir masa jabatan gubernur,” ungkap Johan.

Meski aprat kepolisian tidak bisa menemukan keberadaan Mawardi, kata dia setidaknya komisi I dan Komisi V bisa bersuara nanti saat penyamapain laporan pertanggungjawaban gubernur. (TN-04)

Related Articles

Back to top button