Ekonomi

Polemik Bangunan Ruko, Pemilik Akhirnya Bernyayi

Lombok Tengah, Talikanews.com – Polemik ruko di kawasan Lingkungan Karang Bali Kelurahan Tiwu Galih Kecamatan Praya terus berlanjut.

Pemilik ruko, Riswan Hadinata akhirnya membuka suara terkait polemik yang terjadi dengan warga setempat.

Pengusaha elektronik di wilayah itu menceritakan, bahwa ruko tersebut sebenarnya sudah memenuhi spesifikasi bangunan. Selain itu bangunan tersebut sudah mendapatkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dari pemerintah daerah.

“Sebenarnya bangunan ini sudah akan dirobohkan sebagian seperti permintaan warga, tapi kan masih proses pembangunan di depan harus diselesaikan dulu agar tidak roboh semua,” ungkapnya.

Riswan menambahkan, dia sebenarnya hanya sebagai pihak pembeli dari pihak pengembang dan merasa dirugikan karena permintaan warga itu.

Tetapi untuk menghindari konflik, ia akhirnya mengalah dan menyerahkan urusan itu ke pengembang dengan cara memajukan bangunan sepanjang 2 meter dari pemukiman warga.

“Saya juga merasa dirugikan sebenarnya, tapi apa boleh buat,” lanjutnya.

Lebih jauh dijelaskan, pada dasarnya masyarakat sudah berdamai dengan diberikan uang damai sebesar Rp. 12.500.000 oleh pengembang dan permasalahan dianggap selesai jika bangunan itu dimajukan 2 meter.

“Saya juga tidak tahu kenapa ada lagi masyarakat yang keberatan, padahal aturan itu sudah dijalankan dan masyarakat yang lainnya sudah tidak ada persoalan lagi,” katanya.

PSX_20180330_140218

Saat ini, bagian ruko kembali di bangun bahkan berlantai dua. Hal itu dilakukan karena semua persyaratan dari Pemda sudah terpenuhi, baik berupa IMB dan lainnya.

“Kalau tidak ada izin, pasti tidak dirobohkan langsung, kan sudah ada SK perobohan, tapi itu kan sudah dipenuhi untuk dimajukan lagi, tinggal tunggu selesai penembokan dulu,” kesalnya.

Sebelumnya, belasan warga Karang Bali Tiwu Galih Praya menggedor Kantor DPRD Lombok Tengah, Kamis (29/03) kemarin.

Mereka menuntut agar bangunan ruko milik salah satu pengusaha elektronik di wilayah itu segera dirobohkan. Pasalnya, bangunan itu sangat mepet dengan rumah.Terlebih, dari pantauan, spesifikasi bangunan yang rencananya akan dibangun berlantai dua itu tidak sesuai sehingga dikhawatirkan akan roboh sendiri dan menimpa rumah warga setempat. (CR.1-TN)

 

Related Articles

Back to top button