Pemerintahan

Demi Bank Syari’ah, TGB Tidak Berikan Jatah DPRD NTB

Mataram, Talikanews.com – Syarat Bank NTB konvensional untuk menjadi Syari’ah, harus memenuhi modal dasar 51 persen. Saat ini, hasil panitia khusus konversi, sebesar Rp 35 Miliar harus disiapkan pemegang saham tertinggi dalam hal ini, Pemprov NTB guna memuluskan konversi ke Syari’ah tesebut.

Dalam berita acara RUPS PT. Bank NTB tanggal 23 Agustus 2017, dinyatakan Pemerintah Provinsi adalah Pemegang 31.421.606 Saham seri A atau seluruhnya sejumlah Rp. 314.216.060.000
Modal tersebut, baru mencapai 45,6 persen dari keseluruhan modal disetor sebanyak Rp.688 Miliar, sehingga belum memenuhi ketentuan 51 persen sebagaimana diamanatkan pada ketentuan pasal 10 ayat (2) dari Draft Ranperda.

Terkait hal itu, Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi menegaskan, secepatnya akan di setor untuk memenuhi syarat tersebut.

“Nanti kita carikan di APBDP 2018, jika ada yang bisa dirasionalisasikan jelas kita lakukan. Jika DPRD minta tambahan anggaran, kita bilang, jangan dong, ini buat bank NTB untuk penuhi persyaratan, “ungkapnya.

Menurut sapaan TGB itu, apa yang disampaikan oleh Pansus termasuk, anggota Pansus dari Fraksi PDI-P yang masih menolak konversi merupakan satu catatan sangat bagus. Karena itu semua dorongan dari DPRD dalam rangka percepat penuhi modal dasar.

Disinggung soal jabatan Direksi? Bagi gubernur dua periode itu menyampaikan, tidak masalah. Semua sudah dijelaskan kepada anggota Pansus saat diundang pertemuan diruang kerjanya beberapa waktu lalu.

Pada kesempatan itu, dirinya menjelaskan temasuk perpanjangan direksi, karena didasari legal opinion (LO) berdasarkan surat dari dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga Jaksa Pengacara Negara (JPN).

“Iya, istilahnya tidak masalah. Jabatan itu juga maksimal sampai bulan Agustus mendatang. Ini dinamika sangat bagus, ” kata dia.

Yang jelas, sisa syarat pemenuhan modal tersebut akan jadi prioritas dalam APBDP.” Kan ada namanya rasionalisasi. Nanti kita lihat, apa saja item yang bisa dirasionalisasi, “ujarnya.

Bagaimana informasi bahwa nama calon Komisaris dan Direksi merupakan orang luar? Ditegaskan TGB, orang luar itu diambil untuk jabatan Direktur Utama (Dirut) saja, sedangkan jabatan Direktur lain jelas menggunakan orang dalam (jajaran yang sudah ada, red).

Hitunganya, dua dari luar satu dari dalam, bertujuan supaya lebih profesionalitas. Karena, orang luar yang lebih punya pengalaman, rekam jejak, sambil didalam tingkatkan pengalaman.

“SDM kita bagus, tapi ini kesepakatan pemegang saham, periode pertama ambil tenaga dari luar, untuk transfer nolid, demi kemajuan, “paparnya.

Dia mencontohkan, awal berdirinya Bank NTB juga mengambil orang-orang dari luar yang dianggap memiliki kemampuan baik dari kalangan BRI, juga BNI. Hal itu membuat bank NTB lebih maju,” Kita butuh pengalaman dari luar, “tutupnya. (TN-04)

 

Related Articles

Back to top button