Daerah

PTT Dan Perawat Magang Loteng Gendor Kantor Bupati Tuntut Kesejahteraan

Lombok Tengah, Talikanews.com  – Ratusan tenaga kesehatan turun lakukan aksi demo menuntut kesejahteraan dan perhatian lebih dari pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah, Rabu (21/3).

Mereka adalah tenaga kesehatan status magang maupun Pegawai Tidak Tetap yang terdiri dari RSUD Praya dan Puskesmas se Loteng. Aksi mulai dilakukan dari Masjid Agung Praya, kemudian bergerak ke Kantor Bupati Loteng.

Dalam aksinya juga mereka menuntut mendapatkan kesejahteraan sesuai Upah Minum Kabupaten (UMK) sebesar Rp 1.832.500, jaminan kesehatan atau BPJS, jaminan ketenagakerjaan, diberikan jasa pelayanan (JP) dan pembagian kapitasi secara professional sesuai dengan beban kerja dan mendapatkan kontrak kerja yang berpihak kepada mereka sesuai perturan Perundang-Undangan yang berlaku. Mengingat pengabdiannya cukup lama dalam memberikan pelayanan. Namun, pengadian mereka dianggap sebelah mata atau tidak pernah dihargai.

Sangat disesalkan juga bagi tenaga kesehatan yang baru masuk, dengan mudah mendapatkan SK PTT. Tidak hanya itu mereka juga mempertanyakan nasib dari teman-temannya yang magang, apakah betul akan dirumahkan.

Perwakilan dari tenaga kesehatan kemudian diterima Sekda Loteng, HM Nursiah, Asisiten III Sekda Loteng, HL Idham Khalid, Direktur RSUD Praya, dr Muzakir Langkir, Kepala Dikes, H Omdah, Staf Ahli bidang Pemerintahan, Murdi di ruang Tastura I.

PSX_20180321_175830

Koordinator lapangan, Lalu Tanu Mihardja menyampaikan kedatangannya yang tidak lain meminta Pemkab Loteng untuk merealisasi tuntutannya.

“Kalau tidak ada jaminan atau realisasi dari tuntutannya, kami akan kembali lagi dengan massa yang lebih besar,” ancamnya.

Bagaimana tidak menuntut seperti itu kata Tanu, kini saja teman-teman PTT hanya menerima upah sebesar Rp 250 ribu. Itu pun tanpa mendapatkan dana kapitasi dan JP.

“Apalagi akan diberikan sesuai dengan beban kerja yang kami lakukan. Itu tidak ada,” jelasnya.

Namun, bila ada keluarga pasien yang mencaci maki, semua itu dilimpahkan ke mereka. Jadi dimana penghargaan yang diberikan oleh pemerintah, itu tidak ada.

“Saya yakin pemerintah akan memberikan solusi dan berkomitmen akan memberikan kesejahteraan,” ujarnya.

Selain itu, Tanu kembali mengeluh dihadapan Sekda, soal ada oknum pejabat yang telah melakukan intimidasi dan membawa namanya (pak Sekda red), bila melakukan aksi hari ini (kemarin red) akan dipecat.

“Kami minta jaminan kepada pak Sekda, kalau hal itu tidak akan terjadi,” tegasnya.

Selain itu, ia pun mempertanyakan nasib teman-temannya yang magang, apakah betul akan dirumahkan.

“Kami minta jawaban tegas dan komitmen dari Pak Sekda atas nasib teman-teman magang,” tandanya.

Sementara, Sekda Loteng, HM Nursiah mengatakan, sudah saatnya ada perbaikan, apalagi terkait dengan kesejahteraan tenaga kesehatan. Tapi, khusus untuk tenaga kesehatan di RSUD Praya, sudah ada solusi. Apalagi, terkait BPJS.

Kemudian, untuk JP pihaknya sepakat harus diberlakukan dengan adil, baik itu PTT maupun PNS.

“Untuk JP, nanti ada aplikasi yang akan diberlakukan, sehingga terjadi tranparansi, keadilan dan akuntabiltas dalam pembagian JP,” jelasnya.

Sementara, untuk tenaga kesehatan, pihaknya akan carikan solusi. Sehingga dalam waktu dekat ini pihaknya akan kumpulkan semua kepala Puskesmas se Loteng untuk mencarikan solusi.

“Kami juga akan undang kalian, tapi perwakilan untuk mendengarkan seperti apa solusi yang harus ditumpuh nantinya,” katanya.

Sedangkan, terkait dengan ada oknum pejabat yang lakukan intimidasi, apalagi mengatasnamakan namanya, Nursiah katakan itu tidak benar.

“Lillahita’ala Wallahi saya tidak pernah perintah seperti itu. Siapa yang mengancam itu, silahkan lapor, biar saya tindak. Apalagi ini mencatut nama saya,” tegasnya.

Selain itu, pihaknya menjamin tidak ada yang akan dipecat, apalagi ada issu akan dirumahkan.

“Itu tidak ada,” ujarnya.

Tidak hanya itu saja, Nursiah keluar menyapa semua tenaga kesehatan yang sedang menunggu diluar kantor bupati yang sudah lama ingin mendengar komitmen dari pemerintah.

“Saya tegaskan, semua tuntutannya sudah ada solusi. Jadi silahkan bekerja seperti biasa. Ingat jangan percaya issu-issu yang tidak benar, kalau ada issu-issu seperti itu, silahkan tanya saya langsung terlebih dahulu,” tungkasnya. (TN-03)

 

Related Articles

Back to top button