Pendidikan

Akhir Bulan Maret, Dikbud NTB Umumkan Rekrutmen Guru Non PNS

Mataram, Talikanews.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi NTB, akan seleksi para guru non Pegawai Negeri Sipil (PNS). Seleksi tersebut, bentuk perhatian kepada para tenaga pendidik.

Dimana, akhir bulan Maret 2018 ini Dikbud akan mengeluarkan pengumuman lengkap rekruitmen atau seleksi guru Non PNS SMA/SMK sebanyak 2.500 orang untuk ditempatkan di sekolah negeri.
Rekruitmen ini bentuk rasionalisasi jumlah guru Non PNS atau guru honorer di Provinsi NTB, berjumlah sekitar 6.700 orang yang mengabdi di sekolah-sekolah Negeri.

Kepala Dinas (Kadis) Dikbud Provinsi NTB, H Muhammad Suruji, pelaksanaan testingnya sendiri rencananya akan digelar sekitar diatas tanggal 13 April 2018 dan hanya boleh diikuti oleh mereka-mereka yang pernah menjadi guru honorer termasuk guru honorer yang sudah diberhentikan.

“Syaratnya, pernah honor, karena pemerintah provinsi ingin merasionalisasi guru honorer. Terhadap yang sudah dua atau tiga tahun oleh Kepala Sekolahnya dan digantikan dengan guru baru. Kami juga berikan kesempatan kepada mereka untuk mengikuti proses seleksi ini,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, proses rekruitmen dan seleksi dilakukan secara transparan dan tanpa diintervensi oleh kepentingan apapun dengan memanfaatkan Panitia di Internal Dikbud sendiri, menggunakan sistim komputerisasi sehingga tidak ada lagi orang yang curiga akan ada intervensi kekuasaan dalam pelaksanaan testing.

Suruji mengaku, sempat menerima pesan singkat (sms) dari seseorang yang meminta jatah pelulusan honorer daerah. Namun, pihaknya enggan menanggapi, sehingga harus menggunakan pola komputerisasi.

“Jadi untuk menjamin tidak adanya intervensi atau pemanfaatan dalam pelaksanaan testing ini maka seleksi ini menggunakan sistim komputerisasi seperti yang digunakan saat testing UNBK dimana peserta testingnya bisa langsung melihat nilai yang diperolehnya,” kata dia.

Selain akan melakukan seleksi adminstratif terhadap berkas yang diajukan oleh peserta seleksi lanjutnya, diberlakukan dua tahapan seleksi yakni test kompetensi dasar yang hasilnya akan dilakukan perengkingan berdasarkan masing-masing kabupaten/kota dan dg direkomendasikan untuk mengikuti test kompetensi bidang.

“Tujuan dilakukan dua tahapan seleksi ini agar nantinya guru Non PNS ini memiliki kemampuan dalam kompetensi dasarnya serta dalam kemampuan bidangnya,” cetusnya.

Disinggung apakah kegiatan seleksi ini tidak menimbulkan persepsi, karena menjelang Pilgub NTB 2018? Suruji pun menjamin seleksi tersebut, tidak ada kaitan dengan politik.

Tegaskan, selaku penyelenggara kegiatan seleksi ini tidak bisa memberikan jaminan pelaksanaan seleksi tersebut tidak dimanfaatkan secara politik. Tentu dirinya tidak bisa menjamin, karena itu adalah hak semua orang apalagi saat sekarang ini banyak isu yang menjadi jualan politik seperti isu pariwisata, isu infrastruktur, anggaran tidak berimbang, menjadi isu politik.

“Kalau kami dari Dinas menjamin bahwa hal ini tidak ada urusannya dengan politik. Silahkan yang Pilkada jalan terus, yang mau berpolitik itu urusan masing-masing, tapi kami mau menata pendidikan,” pungkasnya. (TN-04)

Related Articles

Back to top button