Daerah

Sumbawa Banjir Lagi, Tidak Ada Korban Jiwa

Mataram, Talikanews.com – Dua Kabupaten di Pulau Sumbawa yakni Kabupaten Bima dan Kabupaten Sumbawa, NTB, kembali dilanda bencana banjir yang menyebabkan ratusan rumah warga terkena dampak dan 1,948 jiwa tergenang, sejak Minggu sore 18 Maret 2018 Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi NTB, menyampaikan kronologis terjadinya banjir tersebut karena, adanya siklon Tropis Marcus posisi 14.9LS – 125.1 BT sebelah selatan tenggara kupang arah gerak barat dengan kecepatan 13 Knot (24km/jam).

Dimana, siklon itu membawa pengaruh terjadinya hujan di seratai angin dan petir di Wilayah Pulau Sumbawa, menyebabkan hujan sejak pukul 13.00 WITA sampai pukul 21.00 WITA yang berdampak terjadinya bencana banjir di kabupaten Bima dan Kabupaten Sumbawa.

Kepala BPBD NTB, Ir H Muhammad Rum memaparkan wilayah yang terkena dampak banjir, mulai dari Kabupaten Bima, meliputi Kecamatan Wera Desa Naga Wera, tergenang sebanyak 50 KK. Dimana, 20 KK mengungsi di balai desa.

Sedangkan, untuk di Kabupaten Sumbawa meliputi Kecamatan Uteriwes terdapat Dusun Nijang Atas sebanyak 67 KK, ada 268 Jiwa tergenang. Di Dusun Nijang Tengah ada 34 KK, tergenang sebanyak 36 Jiwa. Tidak hanya itu, masuk Dusun Nijang Bawah terdapat 98 KK dengan jumlah jiwa tergenang sebanyak 392 orang.

“Sampai saat ini belum ada korban jiwa,” ungkapnya, Senin (19/3).

Rum menambahkan, masih banyak wilayah terkena dampak banjir seperti, Kecamatan Labuan Badas. Di Kecamatan tersebut terdampak Desa Karang Dima Dusun Batu Nisung sebanyak 30 KK dengan jumlah 120 Jiwa tergenang. Di Dusun Sumer Payung 157 KK, 628 Jiwa, Mengungsi 25 KK, sebanyak 100 Jiwa tergenang.

Ditambah lagi Dusun Buin Pandan 71 KK dengan 284 Jiwa tergenang dan mengungsi. Selanjutnya, Dusun pamulung 20 KK, ada 80 jiwa tergenang. Dusun Tanjung Pangamas 25 KK, sebanyak 20 Jiwa tergenang.

“Ada Hewan ternak milik masyarakat sekitar 20 ekor dinyatakan hanyut, “kata dia.

Selain rumah lanjut Rum, fasilitas pendidikan juga ikut terendam dan satu unit Kantor Balai Desa. Adapun upaya yang dilakukan BPBD Kabupaten Bima dan Kabupaten Sumbawa yakni menurunkan TRC-PB kelokasi kejadian untuk melakukan evakuasi terhadap kelompok rentan.
Kemudian, menyiapkan tempat pengungsian serta melakukan koordinasi dengan SKPD terkait, TNI, Polri.

“Tidak lupa, kami juga menyalurkan bantuan Logistik. Melakukan aktifitas pembersihan puing-puing banjir, membersihkan sekolah dan menguras sumur warga,” tutupnya.(TN-04)

Related Articles

Back to top button