Daerah

Selama Nyepi Bandar Udara Ngurah Rai Tidak Beroperasi

Mataram, Talikanews.com – Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, akan menghentikan operasi selama 24 jam pada saat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1940. Adapun Nyepi akan jatuh pada Sabtu (17/3).

Penutupan sementara bandara itu akan dilakukan sejak Sabtu pukul 06.00 Wita sampai dengan Minggu (18/3) pukul 06.00 Wita. Hal itu berdampak terhadap delapan maskapai penerbangan dari Bali-Lombok ikut tertunda.

General Affair and Legal Section Head PT AP LIA I Nyoman Siang, menyampaikan sebanyak 700 sampai 750 orang penumpang tidak bisa melakukan penerbangan dari Bali ke Lombok, sebaliknya Lombok – Bali, pada hari Sabtu. Lantaran, adanya kegiatan Hari Raya Nyepi umat agama Hindhu.

Untuk jumlah maskapai penerbangan sendiri Flight LOP-DPS GA7049, IW1851, JT659, IW1851, GA451, IW1963, JT955, GA7053, maskapai itu melakukan aktifitas pulang – pergi.

“Semuanya tidak bisa melakukan aktivitas, dampak dari penutupan Bandara Ngurah Rai,” ungkapnya, Kamis (15/3).

Seperti tahun-tahun sebelumnya, saat pelaksanaan Nyepi, biasanya aktivitas bandara dihentikan termasuk pelayanan di bandara. Penutupan berlangsung 24 jam dan bandara kembali beroperasi secara normal pada Minggu, 18 Maret 2018 pukul 06.00.

Penghentian sementara operasional penerbangan tersebut mengacu pada Surat Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor AU/2696/DAU/223168/1796/99 tanggal 1 September 1999 tentang Pengoperasian Bandara Ngurah Rai Denpasar pada Hari Raya Nyepi.

Dengan penutupan ini, artinya semua penerbangan berjadwal dan carter, baik rute domestik maupun internasional, ditutup, begitu halnya penerbangan ke Lombok dan Bali. Dimana, informasi dari Denpasar, untuk mengatur jadwal penerbangan yang akan datang dan berangkat dari Bali, pihak Angkasa Pura I bekerja sama dengan Airnav Indonesia Cabang Denpasar telah menerbitkan pemberitahuan kepada maskapai dan bandara di seluruh dunia melalui Notice to Airman (Notam) Nomor A0117/18 NOTAMN.

Disinggung soal penerbangan dari Lombok menuju daerah lain? Nyoman Siang menegaskan, tidak ada masalah atau tetap beroperasi. Apakah ada rencana pengalihan penerbangan ke Lombok ketika ada bersifat emergency? Menurutnya, tidak menutup kemungkinan, bisa saja terjadi.
Sama seperti halnya saat Nyepi tahun lalu. Ada maskapai dari luar negeri, dianggap emergency, sehingga diperbolehkan mendarat di Denpasar, namun, tidak ada pelayanan.

“Nanti, setelah ada Notam resmi, baru kami informasikan lebih detail,” tutupnya. (TN-04)

Related Articles

Back to top button