Politik

KPU Persilahkan Gubernur Berkampanye, Tapi Harus Ada Surat Cuti

Mataram, Talikanews.com – Komisi Pemilihan Umum Provinsi NTB, mempersilahkan Gubernur dalam hal ini, TGH. M. Zainul Majdi ikut berkampanye disalah satu pasangan calon sesuai pilihannya. Hanya, tidak bisa sembarangan jika tidak ada surat cuti. 

“Boleh kok pak Gubernur ikut kampanye, asalkan mengajukan cuti karena beliau adalah Gubernur. Jadi kepala daerah atau kepala daerah yang menjadi paslon juga wajib cuti, “ungkap Komisi KPU NTB, bidang Sumber Daya Manusia dan Partisipasi Masyarakat, Yan Marli, Rabu (14/3).

Yan Marli mengatakan, berbeda halnya terhadap kepala daerah yang tidak mencalonkan diri pada pilkada baik Pilgub maupun Pilbup. Bisa ikut berkampanye tetapi, syaratnya juga ajukan cuti saat melaksanakan kampanye. “Kalau kepala daerah yang menjadi paslon wajib cutinya sejak ditetapkannya sebagai paslon,” kata dia.

Disinggung soal adanya paslon yang mencantumkan foto salah satu kepala daerah di Alat Peraga Kampanye (APK)? Menurut Marli, Kalau untuk iklan paslon boleh bertambah paling banyak 100 persen kemudian APK 150 persen. Tapi kalau konteksnya dengan kampanye tidak bisa paslon memeperbanyak.

“Cukup dengan difaailitasi oleh KPU saja,” ujarnya.

Terkait hal itu, Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi menyampaikan, sampai saat ini belum ada paslon yang meminta dirinya sebagai juru kampanye (Jurkam). 

Bagaimana dengan isu bahwa, pasangan DR Zulkifliemansyah – DR Hj Sitti Rohmi Djalilah, akan meminta pak gubernur sebagai Jukam? Sapaan tuan guru baja (TGB) itu menegaskan, tidak ada atau belum ada yang meminta. 

Jika ada, apakah pak gubernur siap? Dengan santai gubernur dua periode itu, akan dilihatnya nanti.

“Nanti kita lihat,” tutupnya, sambil tersenyum. (TN-04)

 

Related Articles

Back to top button