Politik

Ikut Kampanye, Pimpinan DPRD NTB Ajukan Izin Cuti

Mataram, Talikanews.com – Menjelang pemilihan calon gubernur dan calon wakil gubernur NTB, juga Bupati dan Wakil Bupati, periode 2018-2023. Sangat beresiko bagi kepala daerah, anggota DPRD, Kabupaten dan Provinsi yang masih aktif ketika ikut kampanye. 

Oleh sebab itu, sebagai ketua DPRD NTB, Hj Isvie Rupaeda mengajukan izin cuti kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU). 

Ketua KPU NTB, L Aksar Anshori menyampaikan, jika mengacu pada pasal 63 ayat 1 PKPU nomor 4 tahun 2017 berbunyi kepala daerah, Gubernur, Wakil Gubernur, Bupati, wakil bupati, anggota DPRD Kabupaten dan Provinsi yang ikut kampanye harus mengajukan izin cuti diluar tanggungan negara. 

“Aturan itu yang membuat Ibu Isvie harus mengajukan izin cuti sebagai pimpinan karena ikut kampanye,” ungkapnya, Kamis (8/3). 

Dia mengatakan, izin cuti kampanye dari Ibu Isvie sudah diterima KPU untuk tanggal 9 sampai 10 Maret 2018. Dengan demikian, jika Ibu Isvie ikut terjun dalam kampanye pasangan calon yang diusung oleh partai Golongan Karya (Golkar) itu, tidak dianggap melanggar aturan. 

“Yang jelas, Isvie sudah sah dan tidak melanggar aturan jika ikut kampanye di paslon Suhaili-Amin, “kata dia. 

Terkait cuti pimpinan DPRD NTB itu, Sekretaris Dewan NTB, H Mahdi membenarkan bahwa Ibu Isvie sedang cuti selama dua hari mulai tanggal 9 sampai 10 Maret saja. 

Bagaiaman soal kendaraan dinas, gaji dan tunjangan, apakah ketika cuti, maka tidak berhak diterima? 

Bagi Mahdi, kalaupun sudah cuti, berkaitan dengan gaji dan tunjangan lainnya, tetap masih diterima. Yang tidak boleh, adalah menggunakan fasilitas negara seperti kendaraan dinas untuk berkampanye. 

“Hanya kendaraan yang tidak boleh dipakai. Kalau gaji dan tunjangan tetap masih diterima. Hanya dua hari kok, “ujarnya. 

Bagaimana ketika ada surat penting harus ditanda tangani? Mahdi menegaskan, masih ada pimpinan lain yang menandatangani kalau berkaitan dengan DPRD terkait Sekretariat Dewan.

Apakah ada anggota DPRD lain yang mengajukan cuti? Dia mengaku, sejauh ini belum ada kecuali buk Isvie Rupaeda. Alasan, yang lain ikut kegiatan kunjungan kerja dalam daerah. 

“Karena yang lain batal ikut ke Bima, jadi hanya buk ketua saja yang kesana,” tutupnya. (TN-04)

 

Related Articles

Back to top button