Pariwisata

Nyale Yang Digelar Pemerintah Tak Banyak Keluar, Beda Dengan Bulan Februari

Lombok Tengah, Talikanews.com – Nyale atau cacing laut yang ditunggu-tunggu masyarakat, baik lokal maupun mancanegara tak sesuai harapan. Pasalnya, Nyale yang digelar pemerintah tak terlalu banyak keluar. 

“Malah lebih banyak keluar di bulan Februari kemarin itu,” ujar Dimas Sopian warga Desa Penujak, Praya Barat.

Tidak hanya itu, nyale yang keluar kali ini pun kecil-kecil dan pendek-pendek. Tidak seperti Februari lalu, malah besar-besar dan panjang-panjang. 

“Kalau di Februari ini saya bisa dapat seember. Sekarang tak sampai, hanya setengahnya,” katanya.

Diakui Dimas, jika dibandingkan tahun dulu ketika pemerintah menggelar Bau Nyale, malah tahun ini lebih sukses. Karena tahun ini cukup banyak Nyale yang keluar. 

“Tahun dulu juga lebih awal keluarnya, ketimbang Bau Nyale Pemerintah,” ucapnya.

PSX_20180307_175330

Amaq Ratim warga Sengkol pun mengatakan hal senada. “Februari lebih banyak keluar, dari pada sekarang tidak begitu banyak,” singkatnya.

Warga Kuta, Dul Sambak mengatakan, tahun lalu yang diadakan pemerintah malah tidak ada. Pasalnya, selama empat hari ia cari tidak menemukan Nyale. 

“Itu disebabkan Nyalenya sudah keluar duluan, dari pada acara Bau Nyale yang diadakan pemerintah,” terangnya.

Semua ini lanjut Dul, karena pemerintah tidak pernah mengajak tokoh-tokoh masyarakat selatan dalam penentuan tanggal Bau Nyale. Sehingga, penanggalan Bau Nyale tidak pernah tepat. 

“Kami berharap tahun depan pemerintah mengajak semua tokoh-tokoh masyarakat, adat dan lainnya untuk bersama-sama menuntukan penanggalan, sehingga bisa tepat,” harapnya.

Beda dengan Warga Dasan Cermen, Mataram, Muliadi. Dimana, ia katakan kalau bulan Februari memang banyak keluar, tapi itu yang paling banyak warna merah. Tidak halnya dengan sekarang malah warna warni, ada merah, hijau, kuning dan lainnya. 

“Kalau menurut saya, sekarang juga banyak keluar,” terang Muliadi yang mengaku kalau tahun lalu sedikit yang keluar. Tapi, itu ketika di acara yang digelar pemerintah. 

“Setiap acara Bau Nyale saya selalu turun, malah saya menginap hingga dua malam, sebelum dan ketika puncak acaranya,” tungkasnya. (TN-03)

 

Related Articles

Back to top button