Hukum & Kriminal

Ini Kata Sekda NTB Ketika Tersangka BPR NTB Bernyanyi

Mataram, Talikanews.com – Bernyanyinya dua tersangka kasus Merger PD BPR ke PT BPR NTB, dalam hal ini, Mutawalli dan ikhwan yang menyebutkan salah satu pejabat tinggi birokrasi di pemerintah provinsi NTB ikut menerima aliran dana Rp 700 juta. 

Mendengar “Nyanyian” selaku Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Ir H Rosiady Sayuti dengan tegas menyebut bahwa, pernyataan yang disampaikan oleh tersangka karena adanya rasanya kekecewaan dan ketidaksukaan. 

“Ikhwan kan Direktur Utama PD PBR NTB. Namun, harus diganti karena tersandung kasus, “ungkapnya, Senin (5/3).

Menurut Rosiady, kicauan Ikhwan diduga lantaran kecewa karena tidak dimasukkan sebagai tim konsolidasi karena jabatan Direktur utama BPR NTB. Dasar itulah membuat namanya disebut-sebut ikut terima aliran dana itu.  Yang jelas, saya tidak pernah terima aliran dana, apalagi besaran Rp 50 juta, ” kata dia. 

Dia juga menyampaikan, darimana bisa terima aliran dana tersebut. Karena, dirinya juga bukan masuk tim konsolidasi.

” Bagaimana bisa terima uang, saya kan bukan tim”, kilahnya. 

Untuk diketahui, kedua tersangka dengan terang-terangan menyebut bahwa, ada oknum pejabat di Provinsi dan oknum anggota DPRD NTB terima aliran dana uang pelicin sebesar Rp 700 juta untuk permudah pembentukan peraturan daerah konversi PD ke PT. (TN-04)

 

Related Articles

Back to top button