Nasional

Jendral TNI Gatot Nurmantiyo Hadiri Harlah Ponpes QH Bagu

Lombok Tengah, Talikanews.comPeringatan Harlah Ponpes Qomarul Huda Bagu tadi pagi, Rabu (21/2) berlangsung sangat khidmat seperti tahun-tahun sebelumnya, yang dihadiri para undangan baik dari masyarakat, tokoh agama dari kalangan NU, pengurus parpol dan pejabat.

Dalam kesempatan harlah juga, turut menjadi tamu undangan adalah Mantan Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantiyo. 

Disamping merayakan Harlah, Ponpes Qomarul Huda juga memperingati HAUL Syeh Abdul Qadir Jarlani,TGH Saleh Hambali Bengkel, KH Abdurrahman Wahid (GUS DUR) dan TGH L Badarudin. 

Pada kesempatan tersebut Jendral TNI Gatot Nurmantiyo memberikan kuliah umum dihadapan para santri dan para undangan, dimana menurut Gatot bahwa para ulama adalah orang yang paling takut pada Alloh SWT  dan itu harus diyakini karena kalau kita mau bandingkan, 1 orang ulama sama dengan 50.000 umat, ulama-ulama harus kita jaga karena ulama adalah tempat kita bertanya dan tidak pernah berbicara kasar.

Selain itu menurut Gatot, kejadian-kejadian terakhir ini, dunia melihat dan menilai bahwa Negara Islam yang Rahmatan Lil’alamin adalah Negara Indonesia, untuk itu jangan terpacing oleh isu-isu yang mengadu domba supaya Negara Islam yang Rahmatan Lil’alamin tidak rusak.

” Negara ini pernah di coba di ributkan atar agama, antar suku tapi tidak berhasil sementara yang belum di coba, islam lawan islam maka jangan kita mudah terpancing, ” jelasnya. 

Ditambahkan, bahwa sejarah mengatakan benteng terakhir negara kita adalah islam oleh sebab itu jangan cepat marah dan terpancing oleh isu-isu yang mengadu domba, disamping itu juga kita harus menjaga para ulama-ulama kita.

Diakhir sambutannya, Jendral TNI Gatot Nurmantiyo menegaskan,  jangan kita besar-besarkan perbedaan antar keyakinan, agar kita tidak mudah di adu domba oleh pihak-pihak yang akan menghancurkan keutuhan negara kesatuan republik indonesia. 

” Jaga keharmonisan antar umat beragama, jaga kerukunan karena itu akan memperkuat persatuan dan kesatuan Republik Indonesia, ” pungkasnya. (TN-00)

 

Related Articles

Back to top button