Ekonomi

Kouta Pupuk Subsidi Untuk Loteng Masih Kurang

Lombok Tengah, Talikanews.comAlokasi pupuk urea dan SP36 subsidi untuk kabupaten Lombok Tengah tahun 2018 masih kurang. Untuk urea kekuranganya sekitar 6 ribu ton dan SP 36 sebanyak 6 ribu ton.

“Seharusnya kouta kita untuk urea sebanyak 30 ribu, tapi hanya diberikan 24 ribu ton. SP 36 juga koutanya seharusnya 10 ribu, hanya diberikan 4 ribu ton,” ujar Kabid Sarana Prasarana Pertanian (SPP) Dinas Pertanian Loteng, Zaenal Arifin.

Sehingga dengan kouta yang diberikan, ia prediksikan untuk musim tanam (MT) II tepatnya di Maret-April masih aman. Namun, kalau sudah memasuki MT I di Oktober, November dan Desember pihaknya tidak bisa jamin stoknya aman.

“Inilah yang selalu membuat petani teriak. Tapi disatu sisi kami diberikan kouta terbatas,” katanya.

Tapi untuk pupuk bersubsidi jenis NPK, ia prediksi aman, walaupun dikasi sekitar 6 ribu ton. Begitu pula ZA aman dan dikasi kouta sekitar 2 ribu ton. Selanjutnya organik juga aman, walaupun dikasi sekitar 2,7 ton.

“Ini disebabkan ketiga pupuk tersebut jarang digunakan, sehingga stoknya dijamin aman,” terangnya.

Sedangkan diketahui, pedagang wajib men­jual pupuk bersubsidi sesuai harga eceran tertinggi (HET) yaitu, urea subsidi Rp 1.800/kg, SP-36 Rp2.000/kg, ZA Rp1.400/kg, NPK Rp2.300/kg, dan organik Rp500/kg.

“Inilah yang dilakukan pengawasan oleh tim pengawas yang telah dibentuk. Pengawasan juga lebih dominan akan lakukan Dinas Perdagangan,” jelasnya.

Sementara, Kadis Perdagangan Loteng, H Saman mengatakan, pihaknya terus melakukan pengawasan terhadap penyaluran maupun dari sisi harga. Namun, dalam penyaluran sering kali pihaknya jumpai modus pemaketan pengiriman antara pupuk bersubsidi dan non subsidi.

“Tindakan seperti ini kami sudah berikan himbaun, baik kepada distributor maupun pengcer agar pada pengiriman tidak memaketkan antara pupuk bersubsidi dengan non subsidi,” tungkansya. (TN-03)

Related Articles

Check Also

Close