Ekonomi

Treck Record Loteng Baik, PT SMI Siap Berikan Pinjaman Rp 300 Milliar

Lombok Tengah, Talikanews.comDirektur PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), Agresius R. Kadiaman menyatakan, jangankan Rp 79 miliar, pihaknya siap berikan Loteng pinjaman sebesar Rp 300 miliar. Pasalnya, treck record Loteng sangat baik di perusahaan.

Apalagi, pada pinjaman pertamanya dulu sebesar Rp 90 miliar untuk infrastuktur jalan, Loteng bisa menyelasaikan pembayaran hutangnya tepat waktu.

“Sepanjang Loteng sesuai dengan kebutuhan kami siap berikan, jangan sekarang Rp 79 miliar hingga Rp 300 miliar kami siap,” tegasnya.

Apalagi, sekarang kekuatan modal PT SMI sudah mencapai 34 triliun. Sehingga, sepanjang pemkab Loteng membutuhkan, PT SMI siap memberikan. Tapi, itu sesuai dengan peruntukan dan kebutuhan.

“Di NTB, selain Loteng, Lotim juga telah melakukan pinjaman. Tapi sudah selesai,” ujarnya.

Kemudian, dalam memberikan pinjaman pihaknya melakukan pendampingan dengan membantu mempersiapkan pesyaratan yang dibutuhkan, sebab dalam pinjaman ini bukan hanya cukup dengan persetujuan PT SMI, tapi menyangkut persetujuan dari Kementrian Keuangan dan Kementrian Dalam Negeri.

“Pinjaman pun tidak dilakukan secara full, melainkan bertahap,” jelasnya.

Selain itu, bunga pinjaman yang diberikan ke Loteng kali sebesar 6,6 persen pertahunnya.

“Kita harapkan Loteng bisa menjadi model dengan daerah lain untuk melakukan pinjaman. Sebab hajat dari pinjaman itu, bagaimana masyarakat bisa menikmati dan meresakan pembangunan, baik itu jalan dan lainnya,” terangnya.

Bupati Loteng, HM Suhaili FT mengucapkan terima kasih, atas kepercayaan yang telah diberikan PT SMI untuk kembali diberikan pinjaman. Karena, pinjaman yang dilakukan ini merupakan kali keduanya.

“Atas nama masyarakat Loteng, kami berikan apresiasi setinggi-tingginya atas kepercayaan, perhatian, kepedulian dan bantuan yang telah diberikan oleh PT SMI,” ucapnya.

Kemudian, alasan memilih PT SMI melakukan pinjaman, selain PT SMI telatan dalam memberikan arahan dan tuntutan, PT SMI juga terarah dalam mengecek kualitas pelaksanaan dari pinjaman itu. Tidak hanya itu, dapat dicicil juga sesuai dengan kemampuan dari PAD dan ABPD kita. “Pinjaman ini akan dilakukan selama 5 tahun,” pungkasnya. (TN-03)

Related Articles

Back to top button