Ekonomi

Data Pengecer Pupuk Amburadul

Lombok Tengah, Talikanews.comDinas Pertanian dan Dinas Perdagangan, Perindustrian Lombok Tengah (Loteng) memiliki data berbeda jumlah pengecer.
Kabid sarana dan Prasaran Dinas Pertanian Loteng, Zaenal Arifin mengatakan, jumlah pengecer di Loteng sebanyak 196, terdiri dari Janapria sebanyak 20 pengecer, Praya Barat 19, Praya Barat Daya 15, Pringgarata 4, Batukliang Utara 6, Jonggat 22, Kopang 16, Praya 12, Praya Tengah 23, Pujut 33, Praya Timur 19 dan Batukliang 7 pengecer.

“Kalau distributor jumlahnya 7,” terannya.

Tujuh distributor itu, terdiri dari CV Ilham Tani dengan wilayah tanggungjawab, urea di Janapria, Praya Barat, Praya Barat Daya dan Pringgarata. Non urea wilayahnya, Janapria dan Batukliang. CV Fortuna wilayahnya, urea Jonggat, Kopang, Praya, Praya Timur. Non urea, Kopang, Praya Timur dan Kopang. CV Pertani, urea, Batukliang, Batukliang Utara.
CV Tani Cemerlangf, urea, Batukliang dan Praya Timur.
CV Dewi Tani, non urea, Praya, Praya Barat dan Praya Tengah. KUD Bina Karya, non urea, Batukliang. CV Sari Santosa, non urea, Jonggat, Praya Barat Daya dan Pringgarata.

Kemudian, dari tujuh ditributor, ada juga yang memiliki pengecer yang sama di satu wilayah tanggungjawab yang telah diberikan. Misalnya pengecer CV Ilham Tani, masuk juga menjadi pengecer di CV Fortuna. Jadi, terjadi pengecer yang double. Sehingga, inilah yang biasanya membuat jumlah pengecer banyak.

“Kalau dihitung itu, otomatis jumlahnya banyak,” ujarnya.

Sementara, Kabid Perdagangan, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Loteng, Hamdi Iskandar mengatakan, jumlah pengecer di Loteng dari data yang ada sebanyak 354 pengecer. Dimana, pengecer CV Ilham Tani sebanyak 60, CV Fortuna 104, PT Tani Cemerlang 30, CV Pertani 7 dan sisanya CV Tani Jaya dan CV Sari Santosa.

“Ini merupakan data dan laporan yang diberikan tiap bulan oleh distributor,” tandasnya.

Sedangkan, Direktur CV Ilham Tani, H Ilham mengatakan, sebenarnya sesuai dangan perturan Permendag dan pertanian, jumlah ideal pengecer sebenarnya satu dalam perkecamatan. Sehingga, kalau berbicara sampai 60 itu sudah banyak sekali. Perlu juga diketahui, jumlah pengecer yang dinaungi saat ini hanya ada 4 pengecer. Itu pun ada satu pengecer akan dipecat, karena ditemukan nakal.

“Tidak perlu juga punya banyak pengecer, karena akan menyangkut soal administrasi. Apalagi, adminstrasi pupuk ini sangat susah, karena menyangkut semua hal, baik mulai dari harga, penyaluran ke petani dan lainnya,” tungkasnya. (TN-03)

Related Articles

Back to top button