Daerah

Kasus Perusda Masih Belum Ada Tersangka Baru

Lombok Tengah, Talikanews.com – Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Lombok Tengah (Loteng), Fery Mupahir menegaskan, belum ada tersangka baru terhadap kasus Perusda Lombok Tengah Bersatu (LTB).

“Tersangkanya masih tiga,” ujar Fery Mupahir usai ikuti rapat di ruang rapat utama kantor bupati Loteng, Kamis (25/1).

Pasalnya kata Fery, ketiga tersangka itu masih diam. Belum ada pengakuan soal keterlibatan oknum lain dalam kasus tersebut.

“Kalau pun ada perkembangan, pasti kami akan buka. Jadi kita lihat saja nanti seperti apa perkembangan di persidangan,” tegasnya.

Sementara, terhadap kasus ini, besok (hari ini red) akan dilakukan tahap II (pelimpahan berkas dari penyidikan ke penuntutan).

“Setelah tahap II, baru akan dilimpahkan ke pengadilan Tipikor Mataram,” terangnya.

Sedangkan, Kasi Pidsus Kejari Loteng, Hasan Basri mengatakan, berkas perkara dan barang bukti akan dilimpahkan ke pengadilan Tipikor Mataram minggu depan.

“Insya Allah Rabu depan (31/1) kami akan limpahkan,” ujarnya.

Begitu pula ketika disinggung, ada tidak tersangka baru dalam kasus ini,?. Hasan katakan untuk saat ini hanya tiga tersangka itu dulu, yakni Direktur Utama, Lalu Marthadinata, Direktur Keuangan, Zahrun Arbaidi dan Direktur Marketing dan Operasional, Abdul Karim.

Pasalnya, dari ketiga tersangka belum ada yang mengaku ada keterlibatan orang Pemda maupun DPRD Loteng seperti yang diisukan di luar.

“Kalau ada pengakuan, pasti kita akan buka kembali,” ucapnya.

Intinya tambah Hasan, perkara ini tidak selesai sampai disini saja. Bila ada perkembangan atau pengakuan ada keterlibatan oknum lain lagi, maka pihaknya akan buka kembali kasus ini.

“Kita tunggu saja perkembangan di persidangan, kalau sekarang mereka masih diam,” terangnya.

Untuk pengembelian uang negara terang Hasan, masih sekitar Rp 147.150.000. pengembalian itu terdiri dari Direktur Marketing dan Operasional, Abdul Karim sebanyak Rp 100.450.000.

Selain itu, beberapa saksi pun telah mengembalikan. Pengembaliannya pun bervariasi, ada yang Rp 3,5 juta, Rp 11,4 juta, Rp 11,800 juta dan Rp 20 juta.

“Hanya baru lima orang yang telah mengembalikan, kami perkirakan ada 10 orang yang telah menerima aliran dana itu,” jelasnya.

Ketika ditanya kembali, siapa lima orang lainnya itu,? Ia enggan jawab.

“Intinya lima orang ini tidak menerima banyak. Hanya sedikit-dikit saja, tidak sampai puluhan juta,” tungkasnya. (TN-03)

Related Articles

Back to top button