Pendidikan

Aneh….. Setelah Ketahuan Aparat Disetor Ke Pajak

Lombok Tengah, Talikanews.comTunjangan inpassing guru madrasah non PNS Lombok Tengah sebanyak 976 guru telah disalurkan. Hanya saja, dana yang diberikan kepada para pendidik berkurang. Alasannya, ada pemotongan pajak penghasilan (PPh) sebesar 5 persen.

Informasi yang dihimpun Talikanews.com, dana pemotongan diduga ditilap. Tapi, setelah terhendus aparat penegak hukum, pihak Kemenag Loteng langsung menyetor dana tersebut ke pajak.

Penyetoran pun dilakukan tanggal 16 Januari 2018. Disatu sisi, dana itu tersalurkan Desember 2017.

Kasi Pendidikan Madrasah (Penmad) Loteng, Muhammad Azuddin membantah telah melakukan pemotongan. Apalagi, diduga telah menahan uang pemotongan.

“Itu tidak ada,” bantahnya.

Tapi jelas Azuddin, kalau pemotongan 5 persen itu memang ada, itu untuk PPh. Namun, yang jelas pemotongan tidak dilakukan pihaknya, melainkan langsung dipotong pihak Bank. Pasalnya, proses penyaluran uang langsung dari bank yang telah ditunjuk.

“Intinya tidak ada pemotongan yang kami lakukan,” tegasnya.

Azuddin terangkan, pembayaran inpassing telah dilakukan Desember 2017 kepada 976 guru non PNS. Sehingga, saat ini sudah tidak ada tonggakan terhadap pembayaran inpassing. Walaupun, saat pembayaran itu ada guru yang terbayarkan dari 14 bulan hingga 2 tahun.

“Pembayaran dilakukan bervariasi kepada guru, sesuai dengan tonggakan yang ada,” pungkasnya. (TN-03)

Related Articles

Back to top button