Daerah

MUI : Masyarakat Harus Bisa Bedakan Aliran Sesat Dan Aliran Bermasalah

Lombok Tengah, Talikanews.com – Ketua MUI Lombok Tengah (Loteng), H Minggre Hamni menegaskan Kabupaten Loteng aman dan kondusif dari keberadaan ajaran sesat.

“Saat ini aman dan kondusif. Tapi kami terus melakukan pengawasan dan pantauan,” tegas Minggre.

Walaupun beber Minggre, beberapa minggu lalu sempat masyarakat heboh dengan keberadaan dua ajaran yang diduga sesat, yakni ENIM di Sintung, Pringgarata dan Majelis Tafsir Al-Qur’an (MTA) di Nyerot, Jonggat. Tapi, setelah turun melakukan klarifikasi, keduanya itu tidak masuk dalam kriteria ajaran sesat dan ajaran bermasalah.
Karena, hasil klarifikasi, ENIM bukan ajaran, melainkan telah terjadi praktik perdukunan. Sedangkan MTA ajarannya sesuai dengan sunah wal jamaah.

“Mari sama-sama kita bedakan mana aliran sesat dan mana aliran bermasalah atau pun aliran sunah wal jamaah,” terangnya.

Sehingga, aliran sesat dan bermasalah itu ada 10 kriteria, diantaranya pertama, mengingkari rukun iman dan rukun Islam. Kedua, meyakini atau mengikuti akidah yang tidak sesuai dengan dalil syar’i, yakni Alquran dan Sunnah. Ketiga, meyakini turunnya wahyu setelah Alquran. Keempat, mengingkari otentisitas dan kebenaran Alquran. Kelima, menafsirkan Alquran yang tidak berdasar kaidah-kaidah tafsir. Keenam, mengingkari kedudukan hadits sebagai sumber ajaran Islam. Ketujuh, melecehkan atau mendustakan nabi dan Rasul. Kedelapan, mengingkari Nabi Muhammad SAW sebagai nabi dan Rasul terakhir. Kesembilan, mengurangi atau menambahkan pokok-pokok ibadah yang telah ditetapkan syariah dan kesepuluh, mengkafirkan sesama Muslim hanya karena bukan kelompoknya.

“Pada intinya, sejauh ini tidak ada jaran sesat dan bermasalah di Loteng,” tungkasnya. (TN-03)

Related Articles

Back to top button