Daerah

Hasil Monev Proyek Rehap SMP Satap 6 Praya Barat, Ditemukan Ada Volume Kurang

Lombok Tengah, Teksiews.comKepala Dinas Pendidikan Loteng, H Sumum mengaku, adanya kekurangan volume pengerjaan terhadap proyek rehab sekolah yang saat ini sedang dalam proses penyelidikan Polres Loteng.

“Hasil monev memang ada perubahan volume pengerjaan yang tidak sesuai dengan fitur,” kata Sumum diruang kerja, Rabu (17/1).

Misalnya terang Sumum, pada pembelian reng dan usuk. Dimana, dalam perencanaan yang dibutuhkan 10 unit, tapi hanya digunakan 7 unit. Sedang mengalami efesiensi 3 unit.

“Atas perubahan volumen ini, kami meminta pihak sekolah mempertanggungjawabkannya,” ucapnya.

Namun demikian, Sumum, bila sudah mengalami perubahan volume pengerjaannya, mengapa? Bila terjadi pengembangan ke pengerjaan lain, lanjutkan kepada orang lain.

“Kita minta sekolah memperbaiki laporannya, kalau ada perubahan volume pengerjaan,” terangnya.

Bila disinggung, apakah boleh pengerjaan yang sudah sesuai dengan perencanaan mantang dipindah ke pengerjaan lain, apalagi sudah berlalu tahun anggaran baru. Sumum katakan boleh, tidak menjadi masalah. Karena itu kan bantuan, apalagi itu bantuan dari pemerintah pusat melalui Kementrian Pendidikan.

“Saya rasa tidak ada masalah,” katanya.

Kemudian, bila pasal ini masuk keranah hukum, petanya minta dibuktikan. Tapi, alangkah kerjakan pembinaan. Apalagi ini, keuangannya masih ada. Artinya, kalau memang uang itu digunakan untuk dirinya sendiri, baru dinaikkan dalam penegakan hukum.

“Kita harap dilakukan pembinaan terlebih dahulu,” harapnya.

Disatu sisi, Sumum menjelaskan, proyek itu merupakan bantuan dari pemerintah pusat dengan anggaran sebesar Rp 200 juta. Tahun 2017, ada 14 sekolah yang k bangun dana dari pemerintah pusat. Hanya saja, yang disorotalah SMPN Satap 6 Praya Barat.

“Dalam hal dinas hanya diminta melakukan pengawasan saja, selebihnya pemerintah pusat,” tungkasnya.

Sementara, Polres Lombok Tengah terus mendalami proyek tersebut. Pasalnya, proyek terjerat terajdi tindak pidana korupsi.

“Kasus ini pasti kami akan naikkan ke tahap penyidikan,” tegas Kasat Reskrim Polres Loteng, AKP Rafles Girsang.

Sudah, sudah 8 orang di klarifikasi klarifikasi. Termasuk, Kepala sekolah dan Komite sudah dipanggil. Selanjutnya, isi akan melakukan pemanggilan jumlah pihak lainnya.

“Intinya, kasus ini terus dilanjut, karena ada tindak pidana korupsinya,” tungkasnya. (TN-03)

Related Articles