Politik

Pilkada NTB, Loteng Tidak Ada Rawan Konflik

Lombok Tengah, Talikanews.com – Polres Lombok Tengah mendapatkan dana Rp 1,3 miliar untuk pengamanan pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2018. Dana tersebut akan diperuntukkan bagi 937 personil yang akan mengamankan Pilgub serta kebutuhan lainnya.

Hal ini diungkapkan Kapolres Loteng, AKBP Kholilur Rochman usai gelar rapat koordinasi bersama stakeholder, PPK dan PPS dalam rangka penyelenggaraan pemilihan kepala daerah serentak Provinsi NTB tahun 2018 di aula Polres Loteng, Selasa (16/1).

Kemudian, anggaran akan dipergunakan semata-mata untuk pelaksanaan pengamanan selama proses Pilkada berlangsung di Loteng, baik dimulai dari proses tahapan kampanye, tahap tenang, pemungutan suara hingga pada penghitungan ditingkat PPS, PPK dan KPU tingkat kabupaten.

“Pokoknya dana itu semuanya sudah inklud untuk pengamanan Pilkada di Loteng,” terangnya.

Untuk itu, pihaknya bisa pastikan Pilkada di Loteng berjalan aman, lancar dan sukses. Apalagi, sejauh ini tingkat keamanan relatif stabil dan diharapkan hal tersebut tetap terpelihara sampai dengan proses Pilkada selesai dan seterusnya.

“Kami berharap masyarakat senantiasa menjaga diri dan lingkungan sekitarnya untuk tetap aman. Tidak hanya itu, penyelanggara pemilu juga diharapkan bisa netral,” imbuhnya.

Ketika disinggung, ada tidak wilayah rawan konflik dalam Pilkada ini, ia katakan di Loteng tidak ada daerah atau wilayah yang dinilai rawan konflik. Paling rawan yang di Loteng, yakni rawan jauh, seperti di wilayah Serengan, Praya Barat, serta rawan bencana alam yang terjadi.

“Di Loteng tidak ada rawan konflik,” tegasnya.

Sementara, jumlah personil yang akan diterjunkan dalam Pilkada sejumlah 937 personil, termasuk BKO dari Polda. Tidak hanya itu, pihaknya juga telah lakukan koordinasi dengan TNI untuk menugaskan personilnya sebanyak 139 personil.

“Terhadap kebutuhan personil kami sudah bersurat ke Polda NTB dan TNI,” pungkasnya. (TN-03)

Related Articles

Back to top button