Daerah

Kasus Dugaan Korupsi Persuda Tercecer Ke Sejumlah Oknum

Lombok Tengah, Talikanews.comSetelah penahanan tersangka tiga Direktur Perusda Lombok Tengah Bersatu (LTB), satu persatu oknum penerima uang datang ke Kejaksaaan Negeri (Kejari) Lombok Tengah (Loteng) untuk mengembalikan uang yang telah diterima dari tiga Direktur terlibat kasus Persuda LTB.

Kasi Pidus Kejari Loteng, Hasan Basri, SH. MH menyatakan, hingga kini baru Rp 35.300.000 yang telah kembali uang kasus dugaan korupsi perusda LTB. Tapi pengembalian itu, bukan datang dari tiga Direktur Persuda yang kini telah ditahan itu, melainkan pengembalian dilakukan oleh beberapa oknum yang mengaku telah menerima uang dari hasil kasus perusda LTB.

Adapun rinciannya, Rp 3,5 juta dikembalikan oleh oknum penerima tempat beli barang. Selanjutnya, Rp 11,800 juta dan Rp 20 juta itu dikembalikan oleh keluarganya yang mengaku telah menerima uang dari salah satu direktur yang kini telah ditahan.

“Memang uang kasus dugaan korupsi Persuda itu tercecer ke sejumlah oknum,” terang Hasan.

Untuk itulah, ia menghimbau kepada penerima agar segera mengembalikan uang yang telah diterima dari kasus persuda. Artinya sebelum uang tersebut menjadi perkara.

“Kalau Lalu Marthadinta dan Abdul Karim telah berjanji akan mengembalikan uang tersebut. Sedangkan Zahrun Arbaidi belum ada informasinya,” ujarnya.

Baca Juga : Dua Tersangka Dugaan Korupsi Perusda Dipanggil dan Ditahan, 1 Mangkir

Untuk diketahui, Lalu Marthadinta dalam kasus ini mengaku hanya menerima uang Perusda itu sebanyak Rp 36.500.000 dan Abdul Karim hanya sebesar Rp 100.400.000. Sementara sisanya itu menjadi tanggungjawab dari Zahrun Arbaidi yang saat itu menjadi Direktur keuangan.

“Kita tunggu saja kejelasan dari Zahrun Arbaidi, apakah akan mengembalikan atau tidak,” jelasnya.

Sementara, penahanan ketiga tersangka telah diperpanjang selama 40 hari mulai tanggal 26 Desember 2017. Pasalnya penahanan pertama selama 2o hari telah habis.

“Surat perpanjangan penahanan kami sudah terbitkan,” ucapnya.

Perpanjangan ini juga dilakukan, karena berkas perkara masih belum lengkap. Pasalnya, ada satu saksi yang masih belum dimintai keterangan yakni tempat membeli mesin inisial KA.

“Kalau saksi lain sudah diperiksa semua, termasuk ketiga komisaris, mantan Sekda, Lalu Supardan dan H Humaidi anggota DPRD Provinsi NTB,” tungkasnya. (TN-03)

Related Articles

Back to top button