Daerah

Wabup Kukuhkan DMI Loteng

Lombok Tengah, Talikanews.com – Menjadi pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) adalah tugas yang sangat mulia. Sehingga harus mampu dioptimalkan peran dan fungsi Masjid sebagai rumah kesejahteraan Ummat.

Demikian dikatakan Wakil Bupati Loteng, Lalu Pathul Bahri ketika melantik pengurus DMI Loteng periode 2017-2022 di Pendopo Bupati Loteng, Kamis (21/12).

Untuk itu, setiap masjid harus memiliki yayasan, karena konteks belanja dalam APBN harus mempunyai kelembagaan. Apalagi, saat ini Perda Pemakmuran Masjid sedang digodok.

“Di Loteng baru 100 masjid yang sudah dianggarkan,” ungkap Pathul Bahri.

Untuk itu, dengan adanya DMI diharapkan masjid-masjid di Loteng bisa lebih berkembang dan maju. Artinya dengan segala kegiatan yang dibentuk, seperi koperasi sariah dan kegiatan lainnya.

“Kami berharap dewan masjid terus mengembangkan SDM pengurus masjid, sehingga kedepan masjid bisa dikembangkan dengan baik dan maksimal,” tandasnya.

Ketua DMI Provinsi NTB, Lalu Azhar mengatakan, semua anggota dan pengurus DMI harus bersinergi dengan pemerintah. Sehingga, segala program yang akan dilaksanakan bisa terjalin dengan baik. Selain itu, pengurus DMI juga harus lebih intens melakukan kegiatan kepada semua pengurus masjid di Lombok Tengah. Bila perlu, pengurus DMI Loteng mengembangkan usaha ekonomi berbasis ekonomi dengan membuat koperasi Syariah.

Ketua DMI Loteng, Lendek Jayadi mengatakan, setelah dilakukan pengukuhan pihaknya akan menyusun rencana program, baik itu jangka pendek, menengah maupun panjang. Namun, yang menjadi focus dalam DMI ini adalah merancang pertahanan akhlak, melalui peningkatakn SDM semua pengurus masjid.

Sehingga melalui pengurus masjid, masyarakat bisa mempertahankan ahlak dan budaya lokal yang ada di Loteng. Artinya, tidak terpengaruh dengan budaya luar yang akan masuk, melihat kemajuan Loteng kedepan dengan bekembangnya pariwisata di KEK Mandalika.

“Inilah yang menjadi prioritas Bupati dibentuknya DMI, agar DMI bisa menjadi fasilitator,” terangnya.

Kemudian, yang menjadi program DMI selanjutnya adalah dengan secepatnya membentuk DMI tingkat kecamatan dan Desa.

“Kalau sekarang baru ada DMI tingkat Kabupaten saja,” ujarnya.

Sementara, dari hasil pendataan hingga kini jumlah masjid yang ada di Loteng baru sebanyak 1.361 masjid, belum terdata masjid yang ada ditingkat dusun-dusun. Sedang, yang sudah masuk buku induk saja menurut data dari Kementrian Agama Loteng baru 1.150 masjid.

“Ini juga akan menjadi program prioritas di jangka pendek untuk dilakukan pendataan jumlah masjid yang sebenarnya di Loteng,” tungkasnya. (TN-03)

Related Articles