Pemerintahan

LTSP Praya Siap Diresmikan, Pasang CCTV Persempit Ruang Gerak Calo

Lombok Tengah, Talikanews.com -Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Loteng tidak ingin melihat adanya lagi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) illegal yang ke luar negeri.
Sehingga untuk memastikan kualitas layanan pengurusan dokumen bagi TKI yang akan bekerja ke luar negeri, Dinakertrans memasangkan sejumlah CCTV dibeberapa titik yang dianggap vital terjadinya kasus pencaloan.

“Bila ada ditemukan petugas yang menjadi calo, kita akan tangkap dan serahkan ke proses hukum,” tegas Kepala Disnakertrans Loteng, H Masrun, Selasa (31/10).

Untuk itu, ia harapkan kepada petugas pengurusan dokumen bagi TKI, agar bekerja professional, jujur dan transparan. Artinya, jangan meyusahkan masyarakat dalam mengurus dokumen ketenagakerjaannya.

“Pokoknya mengurus dokumen gratis, tidak ada dipungut biaya. Jangan ratusan ribu, lima rupiah pun tidak dipungut,” ucapnya.

Sehingga hajatan terbentuknya Layanan Terpadu Satu Pintu (LTSP) untuk memberikan kemudahaan kepada masyarakat dalam mengurus semua dokumen ketenagakerjaannya. Bukannya sebaliknya malah menyusahkan masyarakat, dengan meminta uang.

Selain itu, tujuan terbentuknya LTSP untuk mempersempit dan membendung ruang gerak dan langkah calo TKI yang bergentayangan diluar. Sehingga bukan kita selaku petugas yang malah menjadi calo.

“Kalau persyaratan masyarakat sudah lengkap, kami minta langsung diproses,” terangnya.

Kemudian, untuk memantau semua aktivitas yang terjadi dalam pengurusan dokumen di LTSP pihaknya sudah pasang 8 CCTV. Dimana, ditempat disejumlah titik-titik yang vital akan rawan calo, ketidaktransparanan dan lainnya.

“Pokoknya selama jam kerja, semua aktivitas petugas dipantau dan terawasi penuh. Ini semua untuk menghidari celah adanya permainan,” ujarnya.

Untuk itu, dalam waktu dekat ini pihaknya akan segera louncing LTSP. Karena, semua pihak yang terlibat dalam LTSP sudah siap, seperti imigrasi, BP3TKI NTB, BPJS, dukcapil, Dinas Kesehatan, kepolisian sudah siap.

Selain itu sarana dan prasaran sudah tidak ada masalah. Tinggal dilakukan pemasangan server yang rencananya hari Kamin ini dipasang. Kemudian, listrik juga sudah tidak ada masalah, karena sudah terpasang 33 ribu watt.

“Insya Allah tanggal 10 November sudah ready. Dan bisa diresmikan,” ungkapnya. (TN-03)

Related Articles