Sosial

Akses Kepengurusan Dokumen Pencatatan Sipil Sulit Di Pedesaan

Lombok Tengah, Talikanews.comDinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Lombok Tengah mencatat baru sekitar 64 persen anak sudah punya akta kelahiran.

Kabid Pelayanan Pencatatan Sipil Disdukcapil Loteng, Hj Lale Anys Pajriani mengatakan, hingga Oktober ini baru 64 persen sudah memiliki akta keliharan. Namun, pihaknya targetkan di tahun ini bisa mencapai target yang telah ditentukan yakni 75 persen.

“Kita berharap itu bisa tercapai,” ungkapnya.

Diakuinya, rata-rata yang paling banyak belum memiliki akta keliharan adalah warga yang tinggal di pedesaan dan daerah perbatasan. Ini disebakan, jangkauan mendapatkan akses kepengurusan dokumen pencatatan sipil sulit.

Namun, terhadap persoalan itu, pihaknya turun jemput bola dengan mendatangi warga ke desa-desanya maupun ke kecamatan. Bahkan, ke sekolah pun di datangi dan meminta untuk melakukan pendataan siswa yang belum memiliki akta kelahiran.

“Kedepan rencananya akan menempatkan petugas registrasi desa yang ditempatkan di desa langsung,” terangnya.

Dimana kata Anys, petugas itu nanti yang akan melayani warga. Sehingga warga tidak capek-capek datang langsung ke dinas.

“Kita juga maklumi persoalan warga, karena jauh maka mereka malas datang mengurus,” jelasnya.

Memang berbagai terobosan dan program terus digalakkan untuk bisa memberikan pelayanan kepengurusan dokumen pencatats sipil kepada warga. Salah satu terobosan yang dilakukan, pihaknya ikut serta buka stand di Mandalika Expo di eks PTP Puyung. Ternyata antusiame masyarakat membuat akta kelahiran luar biasa. Tercatat dalam seminggu itu sebanyak 1100 unit akta kelahiran dikeluarkan.

“Perhari bisa rata-rata sampai 200 akta keliharan dikeluarkan,” ujarnya.

Untuk itu, pihaknya akan terus membuat terobosan-terobosan, sehingga tahun ini kepengurusan dokumen pencatatan sipil bisa mencapai target 75 persen. (TN-03)

Related Articles

Back to top button