Daerah

Kelompok Tani Terima Handtraktor

Lombok Tengah, Talikanews.comKelompok tani di 12 kecamatan di Kabupaten Lombok Tengah menerima bantuan Handtraktor yang alokasinya dari anggarannya APBD II (Pemerintah Kabupaten Loteng) tahun 2017.

Sebanyak 14 unit handtraktor itu diserahkan langsung oleh Sekda Loteng, H Nursiah di eks PTP Putung Loteng, Rabu (25/10).

“Kami berharap dengan adanya bantuan ini, petani mampu meningkatkan produksi tanamanya,” ungkap mantan Asisten III Sekda Loteng itu.

Dijelaskan Nursiah, dengan meningkatkannya jumlah hasil pertanian, maka diharapkan pula akan mampu mendongkrak dan mensejahterakan masyarakat, khususnya petani. Untuk itu, pihaknya berpesan agar menjaga dan merawat alat yang diberikan tersebut.

“Bila ada kelompok tani yang belum bisa menggunakan alat itu, agar belajar di rekannya yang lain, bila perlu jangan segan-segan bertanya dan belajar ke dinas,” tandasnya.

Sementara, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Loteng, Lalu Iskandar mengatakan, jumlah handtraktor yang dibagikan saat ini sebanyak 14 unit, dengan tujuan dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan menuju swasambada pangan, kedaulatan pangan dan kemandirian pangan.
Kemudian, alat mesin pertanian (alsintan) yang diberikan ke kelompok kecendrungan belum bisa digunakan secara maksimal oleh kelompok. Sehingga kedapan pihaknya akan melakukan training atau pelatihan secara khusus, dengan begitu alat-alat tersebut bisa digunakan secara maksimal.

“Tidaknya hanya kecendrungan juga anggota kelompoknya ikut tidak bisa menggunakan alat tersebut dengan maksimal. Sehingga ini menjadi PR untuk diselesaikan,” terangnya.

Selain itu, menjadi petani di loteng sekarang sudah merupakan suatu hal yang luar biasa. Karena berbagai reward dan penghargaan terus diberikan oleh pemerintah, baik pemerintah pusat dan pemerintah provinsi NTB. Salah satu contoh, tahun ini saja, ada bantuan benih padi bersubsidi yang akan diberikan, kemudian bantuan social padi, bantuan social benih kedelai, bantuan social benih jagung.

“Tidaknya hanya itu, dalam waktu dekat kita akan segera dilakukan penenaman di 10 ribu hektar dari bansos kedelai yang nilainya sekitar Rp 10 milair. Anggarannya pun akan masuk langsung ke rekening kelompok tani,” ujarnya.

Mengenai resiko juga tambah Iskandar, pemerintah melalui Kementerian Pertanian sudah mengadakan program asuransi pertanian dan asuransi peternakan. Dimna, dalam asuransi itu bila ada ternak kita sakit, mati, hilang dan lainnya, pemerintah akan mengangantikannya melalui asuransi yang diikutinya itu. Begitu pula, dengan padi kita, apabila ada yang gagal panen dan sebagianya, pemerintah juga akan menggantikannya.

“Jadi petani dan peternak saat ini tidak perlu kwatir, karena pertanian dan peteranakan akan diikut sertakan dalam asuransi pertanian dan peternakan,” tungkasnya. (TN-03)

Related Articles

Back to top button