Daerah

Kelompok Tani Keluhkan Bantuan Bibit Padi dan Jagung

Lombok Tengah, Talikanews.comSejumlah kelompok tani mengeluh soal bantuan bibit yang diberikan oleh pemerintah. Terutama bibit padi dan jagung. Dimana, bibit padi yang diberikan bibit berlabel biru, yang kualitasnya dinilai kurang bagus. Begitu pula bibit jagung, yang diberikan jenis C35 dinilai juga kurang bagus.

Kelompok tani Pade Sadar I, Desa Bunut Baok Praya, Rifai mengatakan, bagaimana akan mendapatkan hasil yang bagus, bibit yang diberikan labelnya jenis biru yang diberikan. Dimana, label jenis biru diketahui kualitas yang didapatkan kurang bagus.

Namun, disatu sisi ia minta bisa mengahasilkan kualitas yang bagus, agar hasilnya itu bisa dimasukkan ke toko-toko. Tapi, secara logika itu
mustahil, karena bantuan bibit yang diberikan adalah kelas III.

“Coba kita diberikan kelas II yakni label ungu, pasti kita bisa mengahsilkan kualitas yang bagus,” ujarnya.

Bahkan, persoalan ini pihaknya sudah lelah sampaikan, baik ke PPL maupun ke pihak lainnya, namun hingga kini belum jawaban yang memuaskan diberikan.

“Kita berharap bisa diberikan paling tidak label unggu. Kalau yang putih itu tidak mungkin,” ucapnya.

Kemudian, soal bibit jagung juga. Bagaiamana akan bisa menghasilkan jagung yang bagus, karena bibit yang diberikan C35.

“Malah kalau tanam bibit ini kita yang rugi,” katanya.

Tapi, mau bagaimana lagi ketika mau menolak, malah sudah diantarkan. Tapi ketika mau ditanam kita yang rugi. Untuk itu, sebaiknya bibitnya ini tiadakan.

“Paling tidak kita diberikan bibit jenis pacific dan itu yang ngetren saat ini, bahkan sampai Sumbawa,” tandasnya.

Sementara, Muhammad paizin, kelompok petani Raju Ramai Jurang Jaler Praya Tengah mengeluhkan hal yang sama. Dimana masalah bibit ini pihaknya terus suarakan. Tapi hingga kini belum ada jawaban yang memuaskan juga.

“Kita berharap dalam bantuan bibit padi, kita diberikan label unggu. Sehingga kita bisa menghasilkan kualitas yang lebih baik dan bagus,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Loteng, Lalu Iskandar mengatakan, berbicara soal benih hasil produksi pertanian apapun komoditinya sangat ditentukan oleh kualitas benih yang kita tanam, sehingga peranan benih dalam peningkatan produksi sangat besar. Tapi, kalau seperti yang diharapkan oleh kelompok tani itu yang menginginkan label putih atau unggu tidak mungkin. Karena, label putih dan unggu itu diperuntukkan kepada penangkar.

“Kalau bansos benih padi yang label unggu atau putih diberikan saya rasa tidak tepat diberikan kepada kelompok tani. Karena petani akan menjual, beda dengan penangkar,” ujarnya.

Tapi, kalau memang petani mau menjadi penangkar pihaknya akan berikan label putih atau unggu. Namun, kalau masih kapasitasnya sebagai petani biasa, bukan sebagai penangkar pihaknya tidak akan berikan.

Kemudian, untuk produksi label benih biru saat-saat ini sangat bagus, itu dilihat dari daya tumbuhnya, segi kepekaannya terhadap hama penyakit itu semua sudah sangat bagus.

“Jadi intinya petani tidak bisa mendapatkan benih label putih atau unggu,” tungkasnya. (TN-03)

Related Articles