Daerah

Tenaga Kerja Asing Yang Ada Di Lombok Tengah Mulai Di Data Kembali

Foto : ilustrasi Tenaga Kerja Asing

Lombok Tengah, Talikanews.com -Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Lombok Tengah kini tengah turun ke lapangan untuk mengecek dokumen dan kelengkapan administrasi Tenaga Kerja Asing (TKA) yang ada di beberapa perusahaan di Loteng. Namun, hingga kini Disnakertrans belum mendeteksi adanya TKA yang belum terdaftar dalam izin mempekerjakan tenaga kerja asing (IMTA).

“Beberapa hari ini kami sedang turun melakukan pengecekan,” ungkap Kepala Disnakertrans Loteng, H Masrun.

Namun, sejauh ini tim belum menemukan adanya perusahaan yang belum mendaftarkan TKA terkait dengan IMTA.

“Kalau ada ditemukan, pasti kita tindak,” tegasnya.

Untuk itulah, bagi perusahaan yang belum mendaftarkan TKA agar segera didaftar. Begitu juga bagi perusahan yang belum memperpanjang IMTA agar secepatnya diperpanjang.

“Sejauh ini hanya ada 24 perusahaan yang sudah memperpajang IMTA di tahun 2017,” terangnya.

24 TKA itu, diantaranya TKA asal Fhilipina, Australia tiga orang bekerja di PT Selong Bersama, Selong Belanak, TKA asal Irlandia bekerja di PT Santai Coastal Living Kuta, TKA asal Australia bekerja di PT Kreatif Living Kuta, Prancis bekerja di PT Kuta Cabana Louge Kuta, Korea Selatan di PT Lombok Mulia Jaya Urgge di Ungga, Jepang dua orang di PT Kulombo Lombok Kai-Kai di Sengkol, Jepang di PT Nominori Lombok di Sengkol, Prancis di PT Sasak Sport Centre-Kuta di Kuta, Amerika Serikat di PT Good Living Lombok Gerupuk di Sengkol, Polandia dua orang di PT Kuta Hill Wiolette-Kuta, Selandia Baru dua orang di PT Doubler Indah-Kuta, Australia di PT Tareeda Resort Indonesia-Kuta, Australia di PT Wisemen-Kuta, Australia di PT Avantara Kuta, Inggris di PT Mawun Mud Haouse Tumpak, Belanda di PT Palm Garden Geri Van Spita Kuta, Francis di PT Eco Resort Mawun Raya Tumpak dan Amerika Serikat di PT Indo Pasific Propertis Kuta.

“Yang lain kita sedang lakukan pendataan,” ujarnya.

Namun, perlu diketahui dalam penanganan tenaga kerja asing mengacu kepada Permennakertrans Nomor 35 Tahun 2015 tentang Perubahan atas Permennakertrans Nomor 16 Tahun 2015 tentang Tata Cara Penggunaan Tenaga Asing mencakup tiga aturan.

Dimana, untuk TKA atau tenaga kerja asing pada perusahaan yang terdapat di lebih dari satu provinsi, maka Izin Mempekerjakan Tenaga Asing (IMTA) dikeluarkan oleh Kementerian Ketenagakerjaan RI. Kemudian, bila tenaga kerja asing pada perusahaan yang terdapat di lebih dari satu kabupaten/kota, maka IMTA dikeluarkan oleh Provinsi.

“Untuk tenaga kerja asing pada perusahaan yang ada di kabupaten/kota, IMTA nya dikeluarkan oleh Kabupaten masing-masing,” tungkasnya. (TN-03)

Related Articles

Back to top button