Daerah

Putria : Jangan Buang Sampah Sembarangan Di Lokasi Wisata

Lombok Tengah, Talikanews.com – Tumpukan sampah di jalan tanjakan PP kecamatan Pujut kini telah memprihatinkan. Pasalnya tumpukan sampah di lokasi tersebut semakin marak. Padahal jalan itu merupakan jalur pariwisata menuju Mandalika resort Kuta, Pujut.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Loteng, L Rahadian mengakui dilokasi itu banyak sampahnya. Tapi masalahnya masyarakat yang membuang sampah sembarangan tidak pada tempatnya. Padahal dilokasi itu paling dekat dengan TPA di desa Pengengat. Tidak hanya itu, sampah yang berserakan di lokasi itu, pihaknya juga selalu angkut. Namun, kembali lagi pihaknya tidak tahu apa alasannya sampai buang sampah disana.

“Kalau ditanjakan PP itu, kami tetap angkut,” terangnya.

Semua ini memang disebabkan, masalah edukasi atau tingkat kesadaran masyarakat yang masih kurang terkait dengan sampah. Untuk itu, tahun depan pihaknya akan programkan pemberian edukasi kepada masyarakat pentingnya menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan.

“Memang kendala kita saat ini belum terciptanya kesadaran masyarakat membuang sampah pada tempatnya,” ujarnya.

Kemudian, untuk mencegah semua itu disarankan di wilayah Pujut punya transfer depo atau penampungan sampah sementara. Tapi dalam pembuatan transfer depo dibutuhkan lahan maksimal seluas 10 are. Dan pembuatan transfer depo harus tepat sasaran. Sehingga bisa mengakomidir semua masyarakat yang ingin membuang sampah.

“Sebenarnya ini harus ada di juga di masing-masing kecamatan, untuk mencegah masyarakat membuang sampah sembarangan,” ujarnya.

Semementara, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Loteng, HL Putria tidak setuju masyarakat yang disalahkan. Karena belum tentu masyarakat yang membuang sampah itu di lokasi tersebut.

“Jangan semua itu disalahkan kepada masyarakat, padahal yang melakukan itu justru pelaku-pelaku wisata yang ada disana,” ujarnya.

Untuk itu, pihaknya menghimbau kepada pelaku wisata atau pemilik perhotelan tidak membuang sampah sembarangan. Seharusnya meraka itu harus memberikan contoh yang baik kepada masyarakat. Bukannya malah dalam hal ini masyarakat yang disalahkan.

“Kalau seperti ini, kami akan segera lakukan koordinasi dengan Dinas LH atasi persoalan tersebut,” tungkasnya. (TN-03)

Related Articles

Back to top button