Daerah

Mandalika Diminati Investor Korea

Lombok Tengah, Talikanews.comPotensi pengembangan kepariwisataan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), yang kini dikelola oleh PT Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), ternyata juga diminati para investor dari Korea Selatan.

“Insya Allah dalam waktu dekat ini akan datang,” kata Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dapil NTB HL Suhaimi Ismy, usai bertemu Sekda Loteng, HM Nursiah di kantor bupati, Jum’at (6/10).

Dari hasil pertemuan lanjut Suhaimi Ismy, investor asal Korea tersebut telah berkomitmen untuk membantu percepatan pengembangan di KEK Mandalika.

“Mereka akan bergerak di bidang listrik, infrastruktur, perhotelan dan lain-lain,” terangnya.

Selanjutnya, mereka akan bertemu dengan ITDC, guna membicarakan program kerja samanya. Termasuk, menyiapkan seluruh perizinan.

“ITDC sudah siap menerima meraka. Dengan catatan tetap harus melalui prosedur,” ujarnya.

Dukungan anggaran dan kebijakan pun, kata Suhaimi tidak perlu diragukan lagi. Dipastikan, setiap tahunnya pusat akan menggelontorkan anggaran besar-besaran, guna mensukseskan pembangunan investasinya. Salah satunya, membangun infrastruktur jalan.

“Kita merasa bangga, karena KEK Mandalika ditetapkan sebagai program prioritas pusat,” jelasnya.

Sementara pihak administrator KEK Mandalika menjamin kemudahan bagi para investor yang berminat berinvestasi di KEK Mandalika, baik dari proses perizanan dan beberapa hal lainnya. Bahkan, dalam proses kepengurusan perizinan saja kini tidak perlu menunggu terlalu lama. Karena, dalam waktu tiga jam investor sudah bisa kantongi izin investasi. Dan tidak perlu ke sana ke mari mengurus izin, cukup di satu tempat. Termasuk untuk mengurus persyaratan yang berkaitan dengan kewenangan pusat, sekarang sudah dilimpahkan ke Administrator KEK Mandalika.

Baca juga : Investor hanya 3 jam urus ijin di KEK Mandalika

“Investor tinggal datang dengan hanya membawa paspor ke kantor Administrator KEK Mandalika. Tanpa harus kemana-mana, izin investasi sudah bisa diterbitkan,” ungkap administrator KEK Mandalika, H Winarto.

Proses persizinan 3 jam ini hanya berlaku di dalam KEK Mandalika, kalau diluar KEK tidak mendapatkan fasilitas seperti ini. Dan izin yang telah didelagasi sebanyak 124 jenis izin yang ada di KEK. Kemudian, 8 izin investasi dan izin usaha dari Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia (BKPM RI).

Dimana, diantaranya dua izin dari Kementrian Perdagangan. Dan, 68 izin dari Provinsi serta 46 izin dari Kabupaten. Begitu pula, bagi investor yang akan menanamkan investasinya di kawasan KEK Mandalika kini mempunyai keistimewaan. Karena, berdasarkan PP nomor 96 tahun 2015, investor memiliki kewenangan untuk menggunakan sebuah lahan yang bukan miliknya sendiri atau Hak Guna Bangunan (HGB) dengan jangka waktu 80 tahun.

Dimana, 30 tahun atas permintaan pemegang hak mengikat keperluan serta keadaan bangunan-bangunannya dan dapat diperpanjang sampai dengan jangka waktu maksimum 20 tahun, serta dapat diperbaharui dengan jangka waktu 30 tahun.

“Berbeda dengan tempat lain yang hanya 50 tahun saja diterbitkan HGB nya,” tungkasnya. (TN-03)

Related Articles

Back to top button