Daerah

Antisipasi Serbuan TKA, Tim Gabungan Akan Turun Cek Lapangan

Lombok Tengah, Talikanews.com – Ditengah lajunya perkembangan pariwisata di Lombok Tengah, khususnya di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Kuta Pujut, Badan Kesbangpoldagri Lombok Tengah berencana akan turun ke lapangan melakukan kroscek mengenai dokumen dan kelangkapan administrasi Tenaga Kerja Asing (TKA) yang ada di beberapa perusahaan di Loteng.

“Kami akan segera turun bersama Imigrasi dan Disnakertrans Loteng,” ungkap Kepala Badan Kesbangpoldagri Loteng, Masnun.

Waktunya kapan terang Masnun, pihaknya belum tentukan, karena harus melakukan koordinasi kembali dengan Imigrasi dan Disnakertrans Loteng. Walaupun minggu lalu pihaknya sudah lakukan rapat, tapi belum ditentukan jadwalnya.

“Hanya didalam rapat itu disampaikan di Loteng ada 24 TKA yang telah terdaftar oleh perusahaannya di IMTA,” terangnya.

Tapi, karena melihat banyaknya investasi yang banyak masuk di Loteng, membuat pihaknya untuk turun melakukan pengecekan. Apalagi, di data dari Disnakertrans Loteng yang telah terdaftar hanya baru 24 TKA dari sejumlah perusahaan.

“Sejauh ini memang kami belum menemukan dan mendapatkan informasi adanya TKA illegal,” tandasnya.

Sementara,  Kepala Disnakertrans Loteng, H Masrun mengatakan, Sejauh ini hanya ada 24 perusahaan yang sudah memperpajang IMTA di tahun 2017, diantaranya TKA asal Fhilipina, Australia tiga orang bekerja di PT Selong Bersama, Selong Belanak, TKA asal Irlandia bekerja di PT Santai Coastal Living Kuta, TKA asal Australia bekerja di PT Kreatif Living Kuta, Prancis bekerja di PT Kuta Cabana Louge Kuta, Korea Selatan di PT Lombok Mulia Jaya Urgge di Ungga, Jepang dua orang di PT Kulombo Lombok Kai-Kai di Sengkol, Jepang di PT Nominori Lombok di Sengkol, Prancis di PT Sasak Sport Centre-Kuta di Kuta, Amerika Serikat di PT Good Living Lombok Gerupuk di Sengkol, Polandia dua orang di PT Kuta Hill Wiolette-Kuta, Selandia Baru dua orang di PT Doubler Indah-Kuta, Australia di PT Tareeda Resort Indonesia-Kuta, Australia di PT Wisemen-Kuta, Australia di PT Avantara Kuta, Inggris di PT Mawun Mud Haouse Tumpak, Belanda di PT Palm Garden Geri Van Spita Kuta, Francis di PT Eco Resort Mawun Raya Tumpak dan Amerika Serikat di PT Indo Pasific Propertis Kuta.

“Yang lain kita sedang lakukan pendataan,” pungkasnya. (TN-03)

Related Articles

Back to top button