Daerah

SPBU di Loteng Belum Ada Terindikasi Curang, Jika Ditemukan Disegel

Lombok Tengah, Talikanews.com – Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Lombok Tengah sejauh ini belum ada yang terindikasi alat ukur bermasalah.

Kepala Dinas Perdagangan Loteng, H Saman mengatakan, dari hasil pengawasan yang dilakukan, sejauh ini semua SPBU di Loteng aman dari kecurangan.

“Seluruh SPBU juga sudah ditera ulang. Belum ada satu pun terindikasi melakukan kecurangan,” katanya.

Dijelaskan Saman, memang ada dua SPBU yang telah mengajukan permohonan ketika itu untuk dilakukan terra ulang. Karena menurut pemilik SPBU itu, alat terra ada sedikit masalah.

“Itu pun sudah kita lakukan. Dan kini sudah tidak ada masalah,” terangnya.

Untuk diketahui terang Saman, untuk terra ulang dilakukan satu kali dalam setahun. Dan pengawasan dilakukan tiga kali dalam setahun.

“Bila ada ditemukan yang melakukan kecurangan, kami akan kenakan saknsi segel sampai diterra ulang,” tegasnya.

Sementara, Kepala Seksi (Kasi) Massa dan Timbangan Disperindag Loteng, Farhan Ermanuddin mengatakan sebaliknya. Dimana, setelah turun melakukan pengecekan beberapa waktu lalu, ia menemukan dua SPBU yang takarannya kurang dari ketentuan. Kemudian, SPBU mana saja, ia enggan rincikan.

“Intinya kami sudah perbaiki langsung,” ujarnya.

Tapi, kekurangan itu kata Farhan, ia prediksikan karena terjadi kerusakan pada alat. Apalagi, alat tersebut terus menerus digunakan, sehingga menjadi haus. Artinya, kekurangan itu bukan akibat disengaja.

“Kita akan terus lakukan pengawasan. Dan setiap enam bulan sekali kita akan uji dan stel ulang,” terangnya.

Dijelaskan Farhan, sebanarnya yang tidak diperbolehkan itu, bila toleransinya lebih dari 100 mililiter per 20 liter, bila diukur dengan alat Benjana yang ukuran 20 liter.

“Kalau kurang dari 60 mililiter per 20 liter itu diperbolehkan. Dan tidak menyalahi aturan,” jelasnya.

Sementara, jumlah SPBU di Loteng sebanyak 10 SPBU, dengan jumlah nouzzel atau alat mengeluarkan premium sebanyak 107 unit. Bahkan, nouzzel ini ada tiga kecepatan, ada yang rendah, sedang dan cepat.

“Semuanya ini tidak ada masalah, asalkan takarannya tepat,” tungkasnya. (TN-03)

Related Articles

Back to top button