DaerahPendidikan

Dewan Minta Polisi Selidiki Kasus Perkelahian Dua Siswi

Lombok Tengah, Talikanews.comAtas prilaku dua remaja yang diduga masih duduk dibangku sekolah yang telah mempertontonkan adegan adu jotos di Youtube membuat anggota DPRD Loteng merasa prihatin.

Anggota Komisi IV DPRD Lombok Tengah, H Ahmad Supli merasa prihatin atas prilaku kedua anak tersebut. Apalagi, di video itu terlihat ada anak pakai seragam sekolah menonton perkelahian tersebut.

“Saya sangat sayangkan atas kejadian ini,” ungkapnya.

Apalagi ini, dengan senonohnya anak-anak tersebut mempertontonkan prilaku teman-temanya tanpa melerainya.

“Saya belum tahu apakah pendidikan budi pekerti kah atau pendidikan agama dan komunikasi sekolah dengan orang tua murid yang masih belum maksimal dalam menjalan dunia pendidikan ini,” terangnya.

Kalau pun itu, mari semua duduk bersama, baik Pemerintah, masyarakat, sekolah dan lainnya untuk mencari solusi yang tepat dalam penerapan dunia pendidikan.

Baca Juga : Perkelahian Dua Siswi Bukan Anak SMK Praya Lombok Tengah

“Jangan justru mencari pembelaan diri. Jadikan semua itu intropeksi diri,” katanya.

Sehingga, terhadap persoalan ini, pihaknya juga meminta pihak Kepolisian untuk menyelidiki persoalan ini. Dengan begitu, bisa dikatahui penyebab dari perkelahian tersebut.

“Kita berharap supaya ini cepat ditangani. Sehingga tidak ada lagi muncul persoalan yang sama,” tandasnya.

Sementara, Kepala Dinas Kominfo Loteng, M Zarkasi mengaku belum tahu soal adanya video perkelahian antara dua remaja tersebut.

“Nah, saya belum lihat videonya. Coba nanti kita cek,” singkatnya.

Sedangkan, dari hasil penelusuran, diketahui salah satu anak tersebut berasal dari kampung Karem-Karem, Praya yang sekarang tinggal di Desa Penujak dan lawannya itu berasal dari Desa Puyung, Jonggat.

Kemudian kedua anak itu pun diketahui bukan berasal dari ketiga sekolah yang dimaksud oleh orang-orang diluar, yakni SMKN 1 Praya, SMKN 1 Praya Tengah dan SMKN 2 Praya Tengah.

“Intinya kedua anak itu bukan dari siswi ketiga sekolah yang dimaksud,” tungkas Kepala UPTD Layanan Dikmen dan PK-PLK Loteng, HL Basri. (TN-03)

Related Articles

Back to top button