Sosial

Wulandari Penderita Tumor Ganas Butuh Uluran Tangan

Lombok Tengah, Talikanews.com – Nasib malang harus dialami, Wulandari (14) tahun penderita tumor ganas di Dusun Pondok, Desa Langko Janapria Lombok Tengah. Tujuh bulan sudah dirinya terjebak dalam penyakitnya dan kini hanya bisa terbaring lemah dirumahnya, tanpa ada daya upaya untuk bisa menggerakkan badannya.

Bahkan kondisi tubuhnya gadis belia yang lahir  6 tahun silam ini pada tahun 2003 ini terlihat kecil, padahal awalnya gadis dua bersaudara itu terkenal dengan sosok yang ceria dan bersahaja kepada semua orang.

Sebagai  masyarakat kebanyakan keluarganya  hidup dibawah garis kemiskinan, ibu Wulandari terus berjuang sendirian untuk mencari biaya penyembuhan anaknya.

Ayahnya sudah tak mampu mencari nafkah keluarga karena juga tergolek sakit, disebabkan karena sakit stroke yang dideritanya  selama 14 tahun.

“Jangankan untuk pergi operasi, beli obat dan pampers pun kami tidak bisa,” ungkap Fatimah, ibu Wulandari sambil meneteskan air mata.

Dijelaskan Fatimah, awal diketahui penyakit Wulandari, setelah daging yang tumbuh di tangannya membesar. Memang semula awalnya kecil tapi terus menurus menjadi besar.

“Kita sudah lakukan operasi dua kali dan sempat diangkat. Tapi, kini muncul lagi,” terang Fatimah sambil terus meneteskan airmata dengan menceritakan kondisinya.

Perjuangan untuk terus mengobati anaknya, tidak pernah terhenti karena tidak mampu dengan pengobatan medis yang dirasa sangat mahal, kini dirinya mencoba  mengobati Wulandari dengan pengobatan tradisonal dengan berharap Wulandari bisa sembuh.

Sementara itu ayah dari wulandari mengungkapkan untuk biaya  perjuangan menyembuhkan Wulandari, semua itu adalah uluran tangan dari warga dan rekan-rekan Wulandari.

“Kalau kami tidak ada yang kami harapkan untuk biaya mengobati Wulandari,namun kami  bersyukur atas perhatian warga dan yang lain-lainnya,” ujarnya .

Untuk itu, atas kondisi anaknya itu, ia berharap ada bentuk perhatian dari Pemerintah. “Kami ingin lihat Wulandari bisa sekolah dan bermain seperti teman-temannya yang lain lagi,” katanya.

Lebih miris lagi, meski tumor sudah dialami Wulandari, sejak tujuh bulan, tak sekalipun perangkat desa setempat datang untuk menjenguk. “Hingga kini belum ada Pak Kades datang menjenguk,” tungkasnya. (TN – 03)

Related Articles

Back to top button